TATIYE ID ( BOALEMO) – Aliansi Masyarakat Peduli Desa Hungayonaa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati Boalemo, Selasa (4/8). Mereka menuntut dugaan penyalagunaan dana desa pada proyek bolalove.
Koordinator aksi Hasmin Amantulu, mengungkapkan bahwa aksi tersebut digelar sebagai wujud kekecewaan masyarakat terhadap kepala desa yang tidak transparan dalam pengololaan dana.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menuntut agar bisa bertemu langsung dengan bupati Boalemo Darwis Moridu guna menyapaikan beberapa poin tuntutan mereka
“Saya mewakili bupati karena beliau tidak berada di tempat, beliau sudah memerintahkan saya untuk menemui teman-teman semua yang merupakan gerakan masyarakat peduli hungayonaa,” ujar Wabup Anas.
Selanjutnya wakil bupati Anas Jusuf menjelaskan mengenai TGR, pemerintah daerah sudah melakukan proses langkah- langkah pada bulan maret dan mengenai Mar up harus ada pembuktian. Walaupun demikian tetap diturunkan tim dari Inspektorat Boalemo.
Tak hanya itu wabup Anas Jusuf juga menjelaskan kepada para pengunjuk rasa mengenai pemalsuan tanda tangan dan penyalagunaan dana covid 19 akan ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang ada.
“Pemerintah daerah tidak pernah membeda- bedakan yang pemberlakuan, pemberian sanksi, pemberian pekerjaan, apakah itu kader, apakah itu keluarga, kita tidak kenal, siapa yang berprestasi kita hargai, dan siapa yang melakukan penyimpangan tentu akan kita tindak. Itu komitmen dari bupati dan seluruh pemerintah daerah,” pungkasnya. (***)
Pewarta : Lily Ibrahim

















