TATIYE.ID – Ditengah konsentrasi dunia, nasional dan bahkan di Provinsi Gorontalo akan pedemi Covid-19, ternyata ada sekitar 500 orang ODHA (orang dengan HIV AIDS) yang nyawanya terancam akibat kekosongan Obat ARV (anti retro viral) sebagai penunjang terapi penyembuhan.
Informasi yang diperoleh tatiye.id dari Lembaga Kemanusian Peduli AIDS, Solidaritas teman teman terinfeksi HIV (LKPA Solitare Gorontalo), kekosongan stok ARV ini terjadi di semua rumah sakit yang ada di kabupaten dan kota Gorontalo se Provinsi Gorontalo. Dan terhitung sudah dua pekan teman-teman ODHA tidak terapi ARV khususnya jenis FDC.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo agar dapat menindaklanjuti kekosongan ARV ini, dan pihak Dinkes sendiri sudah berkoordinasi dengan Kemenkes dari awal bulan April untuk pengajuan ARV,” kata Irfan Wenas, koordinator LKPA Solitare Gorontalo.
“Bahkan sudah di respon balik oleh Kemenkes yang katanya ARV sudah di kirim melalui cargo. Akan tetapi pengiriman ARV melalui index cargo tertahan di Makassar, dikarenakan bandara di Gorontalo tidak beroperasi karena pemberlakuan PSBB sampai saat ini, dan pihak pemerintah pun memperpanjang PSBB jilid lll sampai tanggal 14 Juni,” lanjutnya.
Irfan menambahkan, pihak Dinkes Provisi Gorontalo sendiri sudah menghubungi pihak cargo agar supaya di kirim via darat dari Makassar atau ke Manado untuk di teruskan ke Gorontalo, akan tetapi pihak cargo tidak merespons dikarenakan mereka sudah ada mekanisme pengiriman melalui pesawat atau bandara.
“Apakah kita harus menunggu sampai tanggal 14 Juni setelah PSBB berakhir ? kalau PSBB di perpanjang lagi, kami tidak tau mau kemana kami harus mengadu. Sedangkan hampir 500 ODHA tidak terapi ARV sampai saat sekarang ini,” keluh Irfan.
Sementara, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang kembali coba dimintai bantuannya terkait penyelesaian distribusi ARV ini seakan lepas tanggung jawab dan pasrah akan keadaan.
“Selaku koordinator LKPA Solitare Gorontalo pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi bahkan media yang ada di Gorontalo untuk dapat membatu kami dalam mengangkat permasalahan yang di hadapi teman teman ODHA di Provinsi Gorontalo. Jangan hanya terfokus pada penanggulangan Covid-19 tapi akhirnya program HIV AIDS terabaikan, Ada beberapa teman yang sudah jatuh sakit dan mungkin bisa meninggal secara massal,” jelas Irfan. (*)
Pewarta : Muh Yasin















