TATIYE.ID (GORONTALO) – Kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke Jakarta yang diundang Presiden RI Joko Widodo untuk membahas penanganan covid-19 mendapat tudingan oleh sejumlah oknum yang mengira bahwa dirinya hanya untuk jalan-jalan dan liburan semata.
Namun, tudingan atas dirinya itu tak menyurutkan niat Rusli Habibie untuk tetap melayani rakyat Gorontalo. Rusli bahkan enggan menyikapi tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Menurutnya lebih penting membangun daerah daripada menghabiskan tenaga menyikapi sebagian orang yang nyinyir terhadap dirinya.
“Terima kasih kepada mereka yang punya waktu memperhatikan saya, nyinyir terhadap saya. Tapi, mohon maaf, saya tak punya waktu mikirin mereka. Saya hanya berjuang untuk rakyat,†jelas Rusli saat menyerahkan bantuan bahan pokok bersubsidi kepada 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Minggu (19/7/2020).
Sebelumnya, tuduhan atas Gubernur dua periode itu di posting oleh sejumlah oknum di media sosial. Rusli pun menyampaikan untuk lebih mempertegas undang-undang ITE, agar bisa lebih memberikan efek jera bagi oknum yang sengaja merusak nama baik hanya untuk kepentingan sepihak.
“Saya minta ke pak Kapolri untuk mempertegas lagi undang-undang ITE. Dan harus ada pembelajaran bagi masyarakat yang sengaja mem-bully, sengaja membuat kalimat-kalimat provokatif harus ditelusuri,” tegasnya.
Lebih lanjut Rusli mengatakan, Tudingan yang dialamatkan kepada dirinya tidak akan mempengaruhi kinerjanya sebagai Gubernur. Bahkan Ia mengaku sudah tidak berkepentingan untuk mencari polularitas.
“Buat apa saya mencari popularitas. Dua tahun lagi saya tidak menjabat Gubernur. Tidak mungkin tiga periode. Justru saya mempertanyakan, apakah mereka yang mencari popularitas, tapi tidak mendapat panggung,†pungkasnya. (*)















