
TATIYE.ID (GORONTALO) – Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah menjalankan skenario B untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk lonjakan pasien positif covid-19. Hal itu beriringan dengan dilaporkannya Rumah Sakit yang menampung pasien covid-19 telah terisi penuh. Skenario untuk menambah jumlah gedung dan tempat tidur bagi pasien pun telah disiapkan.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, saat ini Rumah Sakit Aloei Saboe menambah satu gedung dengan kapasitas 90 pasien khusus tangani covid-19. Ruangan khusus sebelumnya berjumlah 118 tempat tidur sudah penuh.
“BOR rumah sakit tiga hari terakhir ini meningkat luar biasa. Kita sudah menambah jumlah tempat tidur, bahkan menambah satu gedung kurang lebih 90-100. Kemarin sudah mencapai 86,21 persen,” kata Marten.
Hal senada juga diungkapkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dimana RS dr. Hasri Ainun Habibie disiapkan sepenuhnya untuk penanganan covid-19.
“Kita putuskan semalam, RS Ainun kita jadikan rumah sakit covid-19 semua. Kurang lebih 200 tempat tidur. Ini sedang dikaji oleh tim saya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RS Ainun Habibie dr. Fitriyanto Rajak menjelaskan, kondisi tempat tidur covid-19 berjumlah 83. Jumlah itu sudah penuh dan sudah ditambah menjadi 30 tempat tidur sehingga total menjadi 113. Dan saat ini sudah terisi 98 tempat tidur.
“Arahan dari Bapak Gubernur kita siapkan lagi gedung untuk covid-19. Jadi gedung timur yang tadinya melayani pasien anak, neuro dan penyakit dalam kita pindah ke sayap barat. Di situ asa 37 tempat tidur sehingga kalo ditotal bisa 150 tempat tidur,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan pasien di RS Aloei Saboe dan RS Ainun, Gubernur Rusli meminta pemda kabupaten dan kota selektif melayani pasien. Pasien covid-19 dengan gejala sedang sebisa mungkin dirawat di rumah sakit di kabupaten masing-masing. Jika bergejala berat baru dirujuk di rumah sakit rujukan covid-19. (Adv)





















