TATIYE.ID (KABGOR) – Apel akbar dalam rangka pencocokan dan penelitian (Coklit) serentak pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabgor 2020 digelar oleh KPU Kabgor, Sabtu (18/07/2020).
Pelaksanaan coklit sendiri telah dimulai tanggal 15 Juli 2020 dan akan berlangsung hingga tanggal 13 Agustus mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Rasid H. Sayiu.
Akan tetapi, pelaksanaan apel coklit serentak sebagai penanda dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pelaksanaan pemilu saat ini dalam tahap pencocokan dan penelitian data pemilih.
“Data ini nantinya direkapitulasi menjadi daftar pemilih sementara yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Gorontalo,” kata Rasid H. Sayiu.
Kata Rasid, meskipun di tengah pandemi Covid-19, penyelenggara tetap bertugas dan bertanggung jawab memberikan jaminan terhadap hak seluruh warga kabupaten Gorontalo yang telah memenuhi syarat menjadi pemilih dalam pemilu yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti.
“Jadi ini semacam sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Dan hari serentak mulai dari tingkat Kabupaten sampai tingkat kecamatan akan melakukan coklit kepada opinion leader atau tokoh masyarakat di masing-masing desa atau kelurahan,” ungkap Rasid.
“Harapannya dengan coklit seperti itu, ada partisipasi publik, masyarakat ikut tertarik dalam pelaksanaan coklit, sehingga kerja kita menjadi ringan,” lanjut Rasid
Rasid pun menghimbau kepada penyelenggara untuk mendisiplinkan diri untuk senantiasa mengunakan alat pelindung diri. Terutama bagi PPDP yang terjun langsung ke masyarakat.
“Hukumnya itu wajib ain. Kalau wajib ain itu hukumnya tidak bisa ditawar-tawar dan selalu menggunakan identitas selaku PPDP. Kalau kita menggunakan APD secara disiplin, ini akan menjadi contoh. Sehingga terbangun kesadaran dari masyarakat,” tutur Rasid.
Kegiatan yang dilaksanakan pagi tadi, juga dihadiri oleh pihak KPU Provinsi Gorontalo, pihak Bawaslu, PPS se-Kecamatan Limboto, dan PPDP se-Kecamatan Limboto.
“Tingkatkan koordinasi, secara berjenjang apabila ada yang kurang dipahami, sehingga kinerja kita benar-benar bisa dipertanggung jawabkan,” tutup Rasid. (*)















