TATIYE.ID (DPRD GORUT) – Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Hamzah Sidik, memberikan klarifikasi untuk menyikapi berita tentang masalah tidak kebagiannya anggaran untuk Dinas Infokom Kabupaten Gorontalo Utara.
“Menurut sepengetahuan dan seingat saya bahwasanya dinas Infokom itu mempunyai anggaran berkisar di 40 sampai 45 juta untuk Operasional Call Center dan Vidio konferensi,” ujar Hamzah kepada awak media tatiye.id.
“Tetapi justru ketika evaluasi kemarin kita melihat kenapa anggaran dari infokom yg berkisaran sekitar 40 sampai 45 juta itu hilang, malah anggaran dari humas yang tadinya di pergesaran diajukan hanya 10 juta itu tiba-tiba menjadi 40 juta,” sambung Hamzah Sidik yang juga pimpinan badan anggaran dengan nada menyesalkan kenapa bisa seperti itu.
Sehubungan dengan itu Hamzah Sidik juga menyayangkan anggaran tersebut itu harusnya berada di infokom dibutuhkan untuk Call Center dan Video Konferesi itu justru hilang anggarannya berkisar Rp 45 juta, untuk membayarkan media baru.
“Kita ini sudah mempunyai banyak media yang kita kontrak di humas tersebut itu yg kemungkinan ada 15 media baik cetak maupun online, maka kita memintai saja kepada mereka untuk bisa memberitakan tentang adanya covid19 ini tanpa harus menyewa adanya media baru,” tegasnya.
Hamzah juga menambahkan bahwa di pergesaran anggaran kemarin itu tidak ada website atau pembuatan website di dinas kesehatan yang anggarannya sekitar 45 juta.
“Kenapa anggaran untuk infokom hilang ataupun tidak ada, dikarenakan sudah digeser tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan dari pada badan angggaran DPRD Gorontalo Utara,” tutupnya. (*)














