Tatiye.id (Bonebol) – Bupati Bone Bolango Hamim Pou memimpin gerakan tanam jagung serentak di seluruh Indonesia, sekaligus melakukan video conference dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Bonebol, Gorontalo, Selasa (12/5/2020).
Bupati menegaskan, pertanian tidak boleh berhenti, meski di tengah Pandemi Covid 19. Masyarakat juga diminta mewaspadai kemarau panjang. “Kami meminta petani di Bonebol untuk melakukan penanaman lebih awal, karena berdasarkan perkiraan FAO dan BMKG kita akan mengalami kemarau yang agak panjang,” ujar dia.
Lebih lanjut kata dia, manfaatkanlah lahan dengan sebaik baiknya, termasuk lahan yang ada di rumah jangan dibiarkan kosong. “Menandai dan mewaspadai kemarau panjang, hari ini kami melakukan penanaman dengan sistem tumpang sari di tanah ini, ada jagung dan kedelai diharapkan 80 atau 90 hari ke depan sudah bisa panen,” terang bupati.
Bupati menjelaskan bahwa, kondisi Kabupaten Bone Bolango terdiri dari 70 persen wilayah hutan taman nasional dengan arealnya relatif terbatas. Untuk areal jagung saja hanya hanya sekitar 4.000 hektare dan areal padi sawah sekitar 2.015 hektare dengan produktivitas yang bervariasi antara 5,2 – 9 ton gabah kering setiap hektarenya.
Untuk memaksimalkan perlu ada terobosan. Hal ini kemudian diusulkan bupati saat melakukan video conference dengan Menteri Pertanian. Bupati mengatakan perlu ada anggaran belanja modal untuk pencairan sumber-sumber air.
“Yang dikhawatirkan oleh negara adalah ketiadaan pangan. Diusulkan adanya alokasi untuk mencari sumber-sumber air untuk memasok ke lahan pertanian,” ujar bupati.
Dia juga menegaskan hendaknya hal ini juga jadi perhatian Kementerian ESDM agar memperbanyak sumur-sumur bor.
“Di Bone Bolango kita tidak hanya fokus pada pembagian sembako, namun bagaimana terus mengembangkan sektor pertanian,” tandas dia















