TATIYE.ID (BOALEMO) – Curah hujan tinggi yang terjadi dari pagi hingga malam, Minggu (2/8), mengakibatkan banjir di dua desa yang berada di Kecamatan Botumoito. Banjir tersebut terjadi di Desa Tapadaa dan Desa Potanga.
Peristiwa tersebut membuat angota legislatif, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Wahyu Moridu, langsung mengambil langkah konkret dengan turun langsung ke lokasi banjir.
Pantauan awak tatiye.id, wakil rakyat yang duduk di DPRD boalemo itu, melakukan evakuasi kepada sejumlah warga korban banjir di Desa Tapadaa dengan menggunakan kendaraan mobil milik pribadinya.
Tindakan tersebut harus dilakukan karena derasnya aliran air yang masuk ke rumah warga.
Air yang diperkirakan setinggi 1 meter itu membuat isi rumah warga menjadi porak poranda. Sebagian warga mengaku panik dan berusaha menyelamatkan diri ke tempat pengungsian sementara seperti ke masjid dan yang lainnya berusaha mengungsi ke kantor desa.
Wahyu yang juga sebagai putra anak dari Bupati Boalemo itu, hingga pukul 21.00 wita, masih berada di lokasi banjir di kelilingi ratusan warga DesaTapadaa.
Terlihat juga Wahyu Moridu melakukan diskusi ringan dengan kepala Desa Tapadaa, Risden Pakaya.
Salah seorang tokoh pemuda Tapadaa, Saipul Abas kepada awak media tatiye.id, mengaku senang dengan kehadiran anak bupati yang sekaligus wakil rakyat yang duduk di DPRD Boalemo.
“Tadi ada pak Wahyu. Banjir belum lama terjadi dia sudah berada di lokasi, dia memakai jaket hitam tapi badannya basah dengan air hujan. Saya senang dengan anggota dewan yang begitu,” tutur Saipul. (*)
















