
TATIYE. ID (GORONTALO) – Perlahan tapi pasti, gaya kepemimpinan Pj Gubernur Gorontalo, Dr. Hamka Hendra Noer, mulai terbaca. Lebih dari 3 bulan didapuk menjadi orang nomor satu di Provinsi Gorontalo, Hamka mulai membeberkan jurusnya dalam memimpin Gorontalo dalam masa transisi dua tahun ke depan.
“Saya belajar banyak dari gaya kepemimpinan Pak Mahathir Muhammad kala memimpin Malaysia. Saya pernah bertemu langsung dengan beliau dan beliau menyampaikan bahwa konsern utama pemerintah harusnya pembangunan SDM. Kualitas manusia menentukan kualitas suatu bangsa. Buat saya, pengangguran yang terdidik, jauh lebih baik dari pengangguran tanpa pendidikan. Karena yang terdidik itu akan mudah menemukan jalan merubah nasibnya. Begitu kira-kira analoginya, ‘ Ujar Hamka kala bertatap muka dengan sejumlah wartawan Gorontalo, di restoran Rumah Marly, Kota Gorontalo, Selasa (16/8/2022).
Hamka menambahkan, saat dirinya turun langsung ke masyarakat, didapati fakta bahwa Provinsi Gorontalo rawan persoalan SDM, dibuktikan dengan tingginya kasus stunting atau gizi buruk di kalangan masyarakat bawah. Hal ini kata Hamka, butuh penanganan cepat dan sistematis, agar masa depan SDM Gorontalo tidak bermasalah di masa yang akan datang.
“Kebetulan istri saya seorang dokter, saya sangat terbantu dari dia yang banyak memberi masukan soal penanganan stunting ini. In Syaa Allah kami sedang persiapkan cara khusus yang dalam waktu dekat akan diujicobakan di salah satu desa, ” Lanjut Hamka.
Selain persoalan SDM, Hamka banyak meladeni pertanyaan dan masukan dari sejumlah wartawan se Provinsi Gorontalo yang hadir pada silaturahmi tersebut. Tercatat, Hamka sudah dua kali mengundang para jurnalis untuk berdiskusi tentang berbagai dinamika yang terjadi di Provinsi Gorontalo.
“Saya sadar bahwa kawan-kawan wartawan adalah mitra strategis bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan. Saya siap dikritik, asal jangan diuppercut. Nanti KO saya, ” Tukas Hamka sambil tertawa. (*)















