Tatiye.id (Inspirasi )- Terlahir dari keluarga petani Ismet Datau kini sukses menjadi salah pelaku budidaya ikan hias khususnya ikan Koi, Warga desa Lonuo Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo kini memiliki 2000 ekor yang terdapat di 4 Kolam besar dan 10 Kolam kecil.
Sadar tidak dilahirkan sebagai orang kaya, ia terus bekerja keras dan bertekad menjadi orang sukses di kemudian hari. Sejak 1996, Ismet Datau sudah menempa dirinya dengan sejumlah aktivitas yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Perjalanan budidaya ikannya pun dimulai, Diawal menjadi pembudidaya ikan Nila Ismet Datau mengembangkan pembibitan benih nila dengan menggunakan kolam yang seadanya, Namun karena banyaknya pembudidaya ikan nila memaksa dirinya untuk mencoba peruntunganya dengan beralih kebudidaya Ikan Lele dan sebagai sampingan memelihara ikan Koi.
“Ditahun 2003 saya banting stir dengan memulai memelihara ikan lele, Sambil melebarkan sayap bisnis dengan melakukan pembibitan ikan koi” Ungkap Ismet Datau kepada awak media Tatiye.id.
Suami dari Nurmin S.Rifai ini menuturkan bahwa awal mulainya berbisnis ikan Koi di Gorontalo memang sulit, Pasalnya peminat ikan hias masih sedikit bahkan dirinya kadang mendapat nyinyiran, Namun hal tersebut memacu Ismet Datau untuk tetap terus mengembangkan budidaya ikan Koi walaupun saat itu budidaya ikan Koi hanya sampingan.
” Saya berusaha keras mengembangkan budidaya ikan koi, Walaupun saya harus berhutang kesana kemari”Ungkap Ismet Datau.
2016 Sempat Jual Induk Ikan Demi Bayar Zakat Fitrah
Tepat pada tahun 2015 Ismet Datau mulai fokus untuk mengembankan bisnisnya pada budidaya ikan koi, Hal tersebut dilakukan olehnya karena melihat pasar Ikan Lele yang menjadi penopang perekonomiannya mulai banyak persaingan.
“Saya memutuskan ditahun 2015 untuk fokus pada budidaya ikan koi dan meninggalkan budidaya ikan lele, Karena saat itu sudah banyak pelaku budidaya lele dan pastinya harga ikan lele pasti akan anjlok”Ungkapnya.
Dengan bermodalkan dana dari istrinya Nurmin S.Rifai dirinya mulai menapaki budidaya ikan Koi, Dirinya mulai membeli indukan dari jawa sebanyak 8 ekor dan hasilnya pada tahun 2016 Ismet Datau sudah mengoleksi 80 ekor ikan koi yang sudah siap dijual.
“Alhamdulillah di 2016 saya sudah memiliki 80 ekor ikan koi yang siap didistribusi ke pasar,Namun sayang minat dari masyarakat masih kurang untuk membeli” Ungkap Ismet Datau dengan nada sedih.
kurangnya minat dari pembeli, Memaksa dirinya untuk mengambil pekerjaan lain sebagai mandor pada sebuah pekerjaan gedung untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Untung tak dapat diraih 80 ekor Koi yang seharusnya bernilai jutaan rupiah tersebut akhirnya mati dan menyisakan 8 ekor induk ikan Koi.
“Saat menjadi mandor saya sudah tidak fokus lagi merawat, Akhirnya ikan-ikan saya mati, Dan lebih sedihnya adalah pekerjaan yang menjadi tumpuan perekonomiannya gagal,sehingga untuk membayar zakat fitrah dibulan ramadhan saja tidak mampu” ungkapnya.
Ismet Datau tak mampu berbuat apa-apa lagi, Demi membayar zakat fitrah dirinya menjual 8 ekor indukan koi kepada salah satu temannya dengan harga yang sangat murah yakni Rp.1.000.000.
“Saya hubungi teman saya kalau butuh indukan dari ikan koi, Teman saya mengatakan dia akan membeli 8 ekor indukan ikan saya dengan harga sejuta, Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan” Ucapnya
Bangkit dari keterpurukan
Setelah gagal mengadu nasib sebagai pembudidaya ikan kpi pada pertengahan tahun 2016, Ismet Datau mulai kembali menancapkan keinginannya untuk kembali mencoba budidaya ikan koi.
“Saat itu saya bingung untuk memulai kembali usaha saya, Alhamdulillah berkat bantuan teman, Saya diberi modal 20 ekor induk Ikan Koi sehingga saat ini dirinya sudah mampu berkembang kembali” Ungkapnya
Pada 2017, usahanya terus berkembang bahkan pasar menyambutnya dengan baik. Tak hanya di dalam Gorontalo saja, namun hingga sampai menembus ke Manado, Sulawesi Tengah, hingga Makassar.
Pendapatannya pun kini sudah mencapai ratusan juta. Dari hasil penjualan ikan hias yang nilainya bisa jutaan untuk seekor saja, dengan mempertimbangkan ukuran dan kualitasnya. Ismet Datau selain bisa menghidupi keluarganya juga merekrut tetangganya untuk menjadi karyawannya.
Penulis : Zulkifli Ibrahim















