TATIYE.ID(POHUWATO)-Kabupaten Pohuwato adalah salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tentunya secara tidak langsung, Bakal Pasangan Calon dituntut untuk bagaimana meyakinkan ke publik, bahwa program yang mereka miliki benar-benar untuk kesejahteraan rakyat.
Wakil Bupati Kabupaten Pohuwato Amin Haras yang juga digadang-gadang sebagai salah satu peserta Pilkada mengatakan, jika pelaksanaan Pilkada dipaksakan pada Tahun 2020, maka ia menilai keputusan itu sangat beresiko untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Pohuwato di tengah Pandemi Covid -19.
Lanjutnya, berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid, Grafik perkembangan Covid -19 di Provinsi Gorontalo kian meningkat, sementara Bapaslon dituntut untuk melakukan konsolidasi dengan memaparkan program pamungkas mereka kepada masyarakat.
“Bagi saya, bijaknya pelaksanaan Pilkada di selenggarakan tahun 2021, mengingat saat ini kita diperhadapkan dengan pandemi yang bisa mengancam nyawa warga Pohuwato”, ujar Amin Haras
Ia menambahkan, kebiasaan masyarakat Kabupaten Pohuwato untuk dikunjungi langsung sudah merupakan tradisi turun-temurun, dan jika hal itu terjadi, maka kesehatan masyarakat Kabupaten Pohuwato terancam.
“Kebiasaan masyarakat Kabupaten Pohuwato untuk dikunjungi sudah menjadi tradisi, dan itu bisa mengancam kesehatan mereka,” ungkap Amin
Pewarta : Febriyanto Mahmud















