TATIYE.ID(POHUWATO)-Pembangunan Masjid di Dusun III Limbato, Desa Popaya, Kecamatan Dengilo mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat, Selasa (03/11/2020).
Pembangunan masjid yang diinisiasi oleh tokoh Kabupaten Pohuwato yang bernama lengkap Budi Olii ini mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Menurut keterangan warga setempat, pembangunan masjid yang sekaligus akan difungsikan sebagai TPQ ini sejak dulu sudah mereka impi – impikan, namun terhambat dengan keterbatasan ekonomi.
“Memang sudah dari dulu kami berencana untuk membangun masjid disini, tapi kami terkendala dengan kondisi ekonomi, ” ujar warga setempat.
Berkat kesungguhan Budi Olii, Masjid yang rencananya akan diberi nama Masjid Nur Magfirah tersebut akhirnya mulai dikerjakan.
Tepatnya, Selasa (03/11) Pukul 08.00 WIB, masjid tersebut mulai dikerjakan dengan dihadiri oleh Camat Dengilo, Nakir Ismail, Kalapas Pohuwato, jajaran pemerintah desa, Bhabinsa, Badaruddin.
“Alhamdulillah berkat Om Budi akhirnya Masjid ini bisa dibangun, masjid ini akan dinamai dengan Masjid Nur Magfirah, ” lanjut warga.
Budi Olii selaku panitia pembangunan saat ditemui di lokasi mengatakan, untuk lebih memudahkan masyarakat Dusun III Limbato dalam menjalankan ibadah shalat, maka ia meminta kepada pemilik lahan agar menghibahkan tanah yang luasnya 9,5 M x 9,5 M untuk dibangunkan masjid. Masjid tersebut diperkirakan akan memakan biaya sekitar 200 Juta.
“Masjid ini sengaja dibangun di sini untuk lebih memudahkan masyarakat beribadah, sehingganya masyarakat tidak perlu capek – capek menempuh jarak kurang lebih 1,2 Km untuk beribadah,” kata Budi Olii.
Lanjut Budi, berhubung lokasi pembangunan masjid berada tak jauh dari lokasi pertambangan di Kecamatan Dengilo, maka bagi siapa yang ingin memberikan kontribusi untuk membantu pembangunan masjid dipersilahkan untuk menghubungi panitia pembangunan
“Berhubung pembangunan masjid tak jauh dari lokasi pertambangan, maka bagi siapa yang ingin memberikan donasi, silahkan menghubungi panitia pelaksana,” pungkas Budi. (***)

















