
TATIYE.ID (DPRD BONE BOL) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan lintas komisi DPRD Bone Bolango terkait sengketa tanah kompleks RSUD Toto kemarin belum membuahkan solusi.
Perbedaan pandangan antara pihak pewaris dan pengguna tanah membuat persoalan ini masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah.
Bagaimana tidak, RDP kemarin yang dipimpin lengkap oleh ketiga ketua komisi dengan kepala desa Toto Utara dan kepala desa Permata masih tak membuahkan hasil ini akibat persoalan sudah saling berselisih pandangan. Untuk membuktikannya DPRD pun menyadari membutuhkan proses panjang.
Dengan terbatasnya waktu yang semakin menjelang sore hari. Maka DPRD memutuskan bakal membahas secara internal dengan pemda. Ini dalam rangka menyiapkan dan langkah-langkah yang akan diambil.
“Maka kesimpulannya kami masih akan bahas internal dengan pemda untuk merumuskam langkah apa saja yang akan disiapkan. Sementara waktu saya minta kepala desa untuk berpartisipasi menengahi persoalan dilapangan agar kondusif,” ujar aleg Faisal Mohie sebelum menutup RDP oleh ketua komisi I Rachmatiyah Deu.
Sebelumnya persoalan ini dianggap penting untuk diselesaikan sebab tanah yang menjadi objek sengketa termasuk rumah deretan pasien kusta dahulu. Pihak pewaris menganggap itu hak mereka sementara sejumlah orang yang sudah menempati deretan rumah itu mengetahui itu adalah aset pemda.






















