
TATIYE.ID (DPRD GORUT) – Anggota DPRD dari Fraksi Hanura-PKS, Evelin K. Sunge, menerima berbagai aspirasi masyarakat dalam reses masa sidang pertama tahun sidang 2025–2026 di daerah pemilihannya, khususnya dari masyarakat Desa Bolontio Timur, Kecamatan Sumalata. (02/12/2025).
Aspirasi yang disampaikan masyarakat mayoritas menyangkut upaya peningkatan kesejahteraan. Beberapa usulan yang tercatat antara lain:
• Pembangunan tanggul banjir.
• Bantuan rumah layak huni.
• Pengadaan meteran listrik.
• Bantuan ternak sapi dan modal UMKM.
• Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) traktor.
• Bantuan perahu dan mesin tempel.
• Pembangunan jalan tani sepanjang 1 km.
• Bantuan pembangunan Jembatan Kanto.
• Fasilitas lapangan sepak bola beserta peralatan sarana olahraga.
• Peningkatan (pengaspalan) jalan sepanjang 2 kilometer.
• Perbaikan jalan akses menuju sekolah.
• Bantuan alat semprot/mesin pangkas rumput.
Menyikapi daftar aspirasi tersebut, Evelin menyatakan bahwa sejumlah usulan dari periode sebelumnya belum dapat direalisasikan. Ia menekankan ini bukan karena diabaikan, melainkan akibat keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
“Mungkin bapak ibu sudah sering mengikuti reses tetapi merasa belum melihat hasilnya. Bukan tidak diwujudkan, tetapi kita semua tahu anggaran Gorontalo Utara tahun 2024–2025 sangat terbatas,” jelasnya.
Evelin menambahkan, kondisi anggaran yang terbatas ini dialami oleh seluruh anggota DPRD. Ia berharap masyarakat tetap optimis karena proses pembahasan anggaran tahun 2026 dapat membuka peluang baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang diusulkan.
“Jangan khawatir, bapak ibu. Melalui pembahasan anggaran 2026, insya Allah beberapa aspirasi bisa mulai direalisasikan. Semua ini bertahap karena alokasi pokok pikiran (pokir) DPRD juga terbatas,” ungkapnya
Sebagai Ketua Fraksi Hanura-PKS, Evelin memastikan fraksinya akan terus mendorong agar Pokir DPRD mendapat porsi yang memadai untuk kemudian realisasi aspirasi masyarakat pada tahun 2026.
“Saya bersama fraksi Hanura-PKS mendorong di Badan Anggaran agar kebutuhan masyarakat tetap masuk prioritas. Insya Allah 2026 tetap ada realisasi, meskipun bertahap. Jadi bapak ibu tidak perlu berkecil hati,” pungkasnya.


















