
TATIYE.ID (MANADO) – Nama Rania Riris Ismail mencuat ke permukaan publik seiring pengangkatannya sebagai Komisaris Bank SulutGo dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Manado pada Senin, 10 Februari 2026. Penunjukan perempuan kelahiran 17 Juli 1992 ini tidak luput dari sorotan, bahkan menuai tudingan nepotisme mengingat Riris adalah menantu Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Meski demikian, di balik kontroversi tersebut, Riris memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang mumpuni di bidang keuangan dan manajemen bisnis. Ketertarikannya pada dunia akuntansi telah dimulai sejak masa sekolah menengah, yang kemudian membawanya meniti karier di sektor keuangan.
Saat ini, Riris tengah menyelesaikan tesis program Magister Manajemen Ekonomi dengan fokus pada keuangan dan business marketing. Dalam keseharian profesionalnya, ia aktif sebagai Financial Advisor yang memberikan layanan pendampingan dan perencanaan keuangan bagi klien.
Rekam jejak kariernya terbilang solid. Riris pernah bekerja di Toyota Astra Motor Group, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas, Jakarta, posisi yang menuntut kemampuan pengelolaan keuangan perusahaan secara strategis dan operasional.
Tak hanya pengalaman kerja, Riris juga mengantongi sertifikasi Certificate Risk Management Officer (CRMO), yang menjadi standar kompetensi bagi calon pimpinan atau pengelola risiko di perusahaan, khususnya di sektor keuangan dan korporasi. Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Bendahara Umum HIPMI Gorontalo.
Dengan kombinasi pendidikan, pengalaman profesional, dan sertifikasi di bidang manajemen risiko, Rania Riris Ismail dinilai layak menjalankan tugas sebagai Komisaris Bank SulutGo, terlepas dari sorotan publik terkait hubungan kekeluargaannya.
Menanggapi berbagai tudingan yang dialamatkan kepada istrinya, Erwin Ismail, suami Riris, memberikan klarifikasi dengan tenang. “Saya bukan pemegang saham, para kepala daerah-lah selaku pemegang saham yang punya kapasitas termasuk mengusulkan istri saya. Saya lebih kepada support yang terbaiklah untuk istri dan juga daerah ini. InsyaAllah jika dilihat dari latar belakangnya, maka keputusan (menjadikan Riris sebagai komisaris) ini benar-benar didasari pada kebutuhan profil pendidikan dan pengalaman figur, bukan yang lainnya,” tegasnya.
Keputusan RUPS Bank SulutGo ini diharapkan dapat membawa arah baru bagi perkembangan bank daerah tersebut, dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi dalam pengelolaannya. (***)


















