
Wakil Ketua DPRD Gorontalo bersama Gubernur Gorontalo dan Kapolda Gorontalo. (foto hms)
TATIYE.ID (DEPROV) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, turut menghadiri upacara peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 ke-84 yang dirangkaikan dengan ziarah ke makam Pahlawan Nasional H. Nani Wartabone, Kamis (23/1/2026).
Peringatan tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka mengenang peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 yang menjadi tonggak perjuangan rakyat Gorontalo.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pelajar.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di makam Nani Wartabone. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Nani Wartabone dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa menyampaikan bahwa peristiwa 23 Januari 1942 memiliki makna penting, tidak hanya bagi masyarakat Gorontalo, tetapi juga bagi sejarah Indonesia secara keseluruhan.
Menurutnya, pada tanggal tersebut rakyat Gorontalo di bawah kepemimpinan Nani Wartabone telah menyatakan kemerdekaan jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.
“Peristiwa 23 Januari 1942 merupakan bukti keberanian dan kecintaan rakyat Gorontalo terhadap kemerdekaan. Ini adalah bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” ujar Ridwan.
Ia juga menegaskan bahwa semangat juang dan patriotisme Nani Wartabone perlu terus diteladani, khususnya oleh generasi muda. Nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang ditunjukkan dalam perjuangan tersebut dinilai masih relevan hingga saat ini.
“Generasi muda harus menjadikan semangat patriotisme Nani Wartabone sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejarah tidak boleh dilupakan karena menjadi fondasi pembentukan jati diri dan karakter,” katanya.
Melalui peringatan Hari Patriotik, Ridwan berharap kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat rasa nasionalisme, kecintaan terhadap daerah, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
















