
Raker berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo. (foto salsayusuf/Tatiye.id)
TATIYE.ID (DEPROV) – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat kerja bersama mitra kerja organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, Jumat (9/1/2026), di ruang rapat Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo.
Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan program kegiatan pembangunan tahun 2025 sekaligus perencanaan program kegiatan pembangunan tahun 2026 dengan mitra kerja tersebut yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo dan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan rapat tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja OPD, khususnya terkait realisasi dan penyerapan anggaran APBD tahun 2025.
“Penyerapan anggaran baik di Bappeda maupun di Dinas Pariwisata rata-rata sudah di angka 99 persen. Tinggal 0 koma sekian persen yang tidak terserap karena ada kendala lainnya,” ujar Espin.
Ia menjelaskan, sisa anggaran yang tidak terserap tersebut disebabkan oleh beberapa paket kegiatan yang tidak memungkinkan lagi untuk ditenderkan karena berisiko jika tetap dipaksakan.
“Tadi sudah dijawab oleh Pak Kepala Dinas Pariwisata, ada sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta yang tidak bisa lagi ditenderkan karena kalau itu dilakukan akan menimbulkan risiko,” jelasnya.
Menurut Espin, rapat kerja tersebut juga menjadi forum untuk melihat kesiapan perencanaan pembangunan ke depan, baik dalam jangka menengah maupun tahunan, yang menjadi tugas utama Bappeda sebagai badan perencana pembangunan daerah.
“Bappeda ini badan perencana. Mereka merencanakan apa yang akan dibuat dalam lima tahun ke depan dan apa yang akan dikerjakan dalam satu tahun,” katanya.
Ia menambahkan, dalam kondisi resentralisasi fiskal yang dirasakan saat ini, setiap daerah dituntut untuk mampu menyiapkan strategi agar pembangunan tetap berjalan dan pertumbuhan ekonomi tetap meningkat.
“Dengan adanya resentralisasi fiskal, setiap daerah harus menyiapkan diri untuk bagaimana pembangunan tetap berjalan dan pertumbuhan ekonomi tetap meningkat. Itu membutuhkan inovasi-inovasi yang ditentukan oleh masing-masing OPD,” pungkasnya.

















