Siapa yang tidak mengenal legenda sepakbola dunia, Diego Maradona? tentu semua tahu siapa dia meski harus diakui belum banyak bahkan mungkin belum ada diantara kita yang pernah berjumpa dengan sang legend. Namun, tahukah ternyata di Gorontalo ada sosok pesepakbola yang punya kemiripan seperti Maradona. Siapa dia? dia adalah Abubakar Eraku.
Generasi milinial saat ini mungkin dan kayaknya tidak mengenal sosok pesepakbola yang satu ini. Ya, berbeda dengan beberapa rekannya yang masih terus eksis dikancah persepakbolaan, Abubakar Eraku atau akrab disapa Baka ini kini telah meninggalkan dunia yang pernah membesarkan namanya tersebut.
Tatiye.id yang sempat mewawancarai sang legenda hidup sepakbola Gorontalo itu kemudian bercerita tentang awal mula ia terjun dalam dunia sepakbola dan pengalaman yang pernah dialaminya selama menjadi pesepakbola.
“suka dan mulai bermain sepakbola itu saat masih sekolah dasar (SD),” jawab Abubakar Eraku saat ditanya sejak usia berapa suka dan mulai bermain sepakbola. Baka juga mengaku pertama kali bermain sepakbola untuk sebuah klub yakni bersama klub Beringin Jaya atau yang saat ini dikenal dengan nama klub IPPOT Tapa. “Pertama masuk klub tahun 1988 dengan klub Ippot Tapa atau Beringin Jaya,” ujarnya.
Pemain yang sangat produktif serta selalu menciptakan gol disetiap laga yang dilakoninya itu ternyata pernah diasuh oleh sederet pelatih ternama. “Pelatih pertama saya waktu itu Pak Yusuf Djakaria. Tapi saya juga ingin berterima kasih kepada pelatih-pelatih saya waktu itu ketika saya ada di klub yang berbeda-beda, ada Pak Syarifuddin Olii, Sukamto, Nasir Ibrahim, Ari Kussoy dan Almarhum Miroslav Janu,” beber Abubakar Eraku yang saat ini sudah menjadi pegawai di kampus Universita Negeri Gorontalo (UNG) tersebut.
Debut perdana sebagai pemain profesional dimulai Abubakar Eraku sejak usia 20 tahun bersama klub IPPOT Tapa. Bahkan saking bersinarnya prestasi sebagai striker haus gol. ia kemudian dipercaya masuk dalam skuad Porda III di Manado mewakili Kabupaten Gorontalo.
“Pertama PORDA III yang diadakan di Manado mewakili Kabupaten Gorontalo dan alhamdulillah sukses mendapat medali Emas. Waktu itu saya dilatih oleh Pak Syarifuddin Olii,” kata suami dari Ningsih Biki tersebut.
Bahkan diberbagai event selanjutnya pemain yang oleh beberapa rekannya pantas disebut sebagai Maradona-nya Gorontalo itu kembali tampil memuaskan. Seperti terpanggil ikut SURATIN CUP di Manado, dan PON XII tahun 1989 sekaligus sukses mengantarkan Sulawesi Utara lolos babak 6 besar. “Waktu itu dari Gorontalo ada tiga pemain yang terlipih ikut PON termasuk saya,” sambungnya.
Nah, bagaimana prestasi lain ayah dari Sintia Dewi Eraku dan Muhamad Nuralim Eraku ini? tentu tidak kalah mentereng dan pastinya membanggakan. Kepada tatiye.Id, Baka mengaku pernah memperkuat tim-tim besar, mulai dari dua klub ternama Gorontalo yakni Persigo dan Persidago. Serta pernah juga memperkuat sekaligus membawa Persmin Minahasa lolos ke kompetisi Divisi I atau yang saat ini setara dengan Indonesia Super Liga (ISL).
“Saya juga pernah ikut kompetisi Divisi II di Majene di klub Persigo yang diwakili PS Damhil STKIP Gorontalo. Kemudian ikut Piala Habibie Cup yang diadakan di Pare-Pare waktu itu di klub Persigo yang dilatih Alm. Miroslav Janu dari Cekoslowakia. Masih di klub persigo, pernah ikut Divisi II yang diadakan di Bitung dan lolos 16 besar dan lanjut di Kendari,” beber Abubakar.
Kini, masa keemasannya itu telah berlalu, sebagai mantan pemain sepakbola Abubakar Eraku mengaku saat sudah banyak perkembangan di dunia sepakbola, baik nasional hingga di Gorontalo sendiri.
“Menurut saya perkembangan sepak bola di tanah air sudah cukup baik, dari segi pemain sekarang banyak pemain-pemain muda yang punya skil dan talenta dalam bermain sepak bola. Banyak juga pelatih-pelatih lokal yang bagus kualitasnya. Tetapi khusus di Gorontalo sekarang saya melihat sudah tidak terlalu banyak kompetisi kompetisi bergengsi yang ada dan diikuti. Tidak seperti waktu dulu. Tapi saya bangga ketika ada anak muda dari Gorontalo yang bisa mengikuti kompetisi diluar walaupun tidak dalam klub yang mewakili Gorontalo,” jelasnya.
Tapi tunggu dulu, seperti judul diatas Mengungkap Kisah Abubakar Eraku, Maradona-nya Gorontalo?. Kisahnya sebagai pesepakbola mulai sejak awal bermain dan sederet prestasi yang pernah diraih sudah terungkap. Hanya tinggal Maradona-nya Gorontalo, itu bagaimana ceritanya? hehehhehe…
Adalah Gani Pakaya, mantan pesepakbola Gorontalo yang nantilah ceritanya kita ulas sendiri. Gani kepada tatiye.id mengaku jika seorang Abubakar Eraku masih aktif bermain sepakbola saat ini, mungkin bola mania Gorontalo akan bisa menyaksikan duplikatnya Diego Maradona, pemain legendaris Argentina tersebut.
“saya memang tidak satu angkatan dengan dia waktu menjadi pemain, tapi saya pernah merasakan bermain bersama Abubakar Eraku. Dan saya saksi betapa luar biasa dia dengan bakat alaminya. Bahkan sampe sekarang belum ada striker yang bisa sama dengan dia,” ungkap Gani Pakaya.
Meski saat masih aktif ia sempat mengecap tiga posisi dalam tim yakni bek kiri, bek kanan dan gelandang bertahan, namun semua itu tidak bisa mengalahkan popularitas seorang Abubakar Eraku.
“Kecepatan dan haus gol, dan waktu itu Baka menjadi pemain yang sangat ditakuti terlebih saat bersama sang duet almarhum Rahman Bereki saat di Persigo,” pungkas Gani. “Tidak ada pemain Gorontalo yang bisa menyaingi Baka sampai sekarang,” jelasnya.
Abubakar sendiri diakhir wawancara juga merasa bangga jika ada yang menyebutnya sebagai Maradona-nya Gorontalo. “alhamdulillah kalau saya di bilang seperti itu. Saya juga kebetulan fans beratnya Maradona. Banyak yang saya pelajari dari permainannya Maradona. Yah, kalau saya dibilang Maradona-nya Gorontalo, saya senang-senang saja berarti yang saya pelajari dari beliau tidak sia-sia,” tutupnya. (*)


















