
TATIYE.ID (KABGOR) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo kembali melayani pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejak Senin, 2 Februari 2026. Layanan ini mengakhiri penantian warga setelah pencetakan KTP fisik terhenti selama hampir lima bulan.
Kepala Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Nuna, menjelaskan bahwa terhentinya pencetakan KTP sejak awal September 2025 disebabkan keterbatasan tinta ribbon. Kondisi tersebut dipicu oleh minimnya alokasi anggaran yang diterima Dukcapil pada tahun anggaran 2025.
“Sejak September tahun lalu kami tidak bisa mencetak KTP karena keterbatasan tinta ribbon. Baru sekarang layanan ini bisa kembali dibuka,” ujar Muhtar.
Dibukanya kembali layanan pencetakan KTP disambut antusias masyarakat. Sejak pagi hari, kantor Dukcapil Kabupaten Gorontalo dipadati warga yang selama ini hanya mengantongi surat biodata sebagai pengganti KTP.
Muhtar mengungkapkan, penggunaan surat biodata kerap menimbulkan kendala di lapangan. Pasalnya, tidak semua layanan administrasi—terutama yang bersifat krusial—menerima biodata sebagai dokumen pengganti KTP.
Pada tahap awal, pencetakan KTP masih dilakukan secara terbatas. Saat ini Dukcapil baru menggunakan tinta ribbon jenis data card dengan dukungan satu unit mesin printer. Sementara itu, pengadaan tinta ribbon jenis Fargo yang didukung tiga unit mesin printer masih dalam proses dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.
Meski demikian, Muhtar meminta masyarakat tetap tenang. Ia memastikan anggaran pengadaan tinta ribbon pada tahun 2026 telah disiapkan secara memadai.
Menurutnya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny Junus memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan layanan administrasi kependudukan. Komitmen tersebut tetap dijaga meskipun pemerintah daerah tengah berada dalam situasi efisiensi anggaran.





















