TATIYE.ID (GORONTALO) – Provinsi Gorontalo menempati urutan kelima jumlah kasus posiif covid-19 terbanyak dalam waktu sehari. Berdasarkan data Gugus Tugas Nasional, penambahan kasus bari di Gorontalo sebanyak 105 orang. Sedangkan urutan pertama penambahan kasus terbanyak yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
“Sekarang banyak yang OTP atau Orang Tidak Pamba dengar (orang yang tidak mematuhi) protokol kesehatan. Disuruh pakai masker tidak mau, disuruh jaga jarak dan cuci tangan juga enggan dan tidak peduli,†kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, Senin (20/7/2020).
Bahkan lebih miris lagi lanjut Idris, saat ini banyak digelar pesta pernikahan tanpa mengindahkan protokol kesehatan, termasuk di tempat-tempat keramaian lainnya. Padahal menurutnya, pemerintah tak henti-hentinya mengimbau dan melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.
“Saya lihat banyak sekali yang menggelar pesta pernikahan tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Padahal sudah ada anjuran pemerintah untuk pernikahan itu cukup diakad saja dan dihadiri oleh paling banyak 20 orang keluarga terdekat,†imbuhnya.
Oleh karena itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Wagub Gorontalo dua periode itu dengan penuh harap mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Sekali lagi tolong taati protokol kesehatan. Kuncinya hanya disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Kita tidak mau banyak yang menjadi korban Covid-19 karena ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran pemerintah,†tutur Idris.
Sementara itu pada rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Pemprov Gorontalo akan memberikan sanksi tegas kepada warga yang melanggar protokol kesehatan. Aturan tentang pemberian sanksi itu akan disesuaikan dengan Instruksi Presiden yang rencananya akan terbit pekan ini. (*)


















