
TATIYE.ID. ID POHUWATO- Dari kasus kematian penderita malaria yang terkesan tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Paguat, terungkap fakta baru bahwa hampir seluruh pasien penderita malaria yang dirawat di Puskes tidak mendapatkan obat-obatan.
Salah satu keluarga pasien penderita malaria, Muniyarti Tahapali mengatakan, sehari setelah pasien yang dinyatakan meninggal dunia dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe atau tepatnya Minggu (17/01), ibu kandungnya juga sempat dirawat di puskes yang sama, saat itu dirinya mendapatkan resep dokter dan dianjurkan untuk melakukan pembelian obat di apotik karena tidak tersedianya obat-obatan malaria di Puskesmas Paguat.
“Almarhum kan dirujuk hari jumat, sabtu ti mama masuk, dan keluar minggu, kita tidak dapat obat sama sekali, yang ada hanya resep dokter, dirusuh beli di apotik, satu jenis obat harganya 135 ribu, sementara dalam resep itu dua yang harus kita beli, cuma yang satunya kosong” katanya
Tidak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan, saat ibunya dirawat, ada beberapa pasien yang menderita malaria di ruangan yang mereka tempati juga diberikan resep untuk melakukan pembelia obat di apotik.
“Yang disebelah sama ti mama juga dirusuh beli obat diluar,” pungkasnya
Padahal menurut pengakuan Nakes yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Bumi Panua (RSBP), obat-obatan yang dibutuhkan oleh penderita malaria sudah tersedia di Dinas Kesehatan saat itu.
Setelaha dikonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Paguat, Hendrik Husain, dirinya kini telah mengerahkan petugas untuk mengidentifikasi kembali pasien yang keluar dari Puskes tanpa mendapatkan obat-obatan, dan berjanji akan mengembalikan kerugian pasien BPJS yang telah melakukan pembelian obat di Apotik.
“Saya sudah suruh petugas untuk mengidentifikasi pasien yang tidak dapat obat dari Puskes, dan akan mengembalikan uang pembelian obat diluar Puskesmas, tadi satu pasien sudah datang, tapi dia tidak bilang bahwa dia sudah beli obat diluar.” kata Kapus. Sabtu (24/01/2026).
Dari salah satu petugas kesehatan di Puskesmas Paguat, Puskesmas Paguat telah menangani kurang lebih ada 28 pasien penderita penyakit Malaria.

















