
TATIYE.ID – Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel sangat yakin Gorontalo akan keluar dari 5 daerah termiskin di tingkat nasional dalam kurun waktu 1 periode saja. Dengan cara mengoptimalkan pembangunan dan peningkatan ekonomi lokalnya secara lebih terarah.
“Uang APBD kita kabupaten/kota di Gorontalo itu ada Rp10 Triliun tentu dapat dimanfaatkan untuk pembangunannya untuk mensupport UMKM lokal secara konsisten,” kata Rachmat Gobel baru-baru ini pada kegiatan Festival Produk Halal Milenial di Kabupaten Bone Bolango.
Dalam kegiatan itu, politikus Nasdem juga menjelaskan selain pengunaan dana Rp10 T itu, pemda juga dapat berkolaborasi dengan program pemerintah pusat di setiap kementerian maupun swasta agar semakin menumbuhkan ekonomi lokal lebih mandiri.
Misalnya, kolaborasi Desa Torsiaje bersama Bank Indonesia (BI) dalam membangun infrastruktur pendukung maupun pembinaan UKM lokal ikan garam itu membuat roda ekonomi di sana lebih hidup dari tahun-tahun sebelumnya.
“Menara Limboto yang sudah hampir rusak, hanya kita pasangkan lampu itu saja ekonominya di sekitarnya tumbuh kembali. Kemudian di daerah Kota Gorontalo, Leato program BSPS saya datangkan dari Pemerintah Pusat mulai bergairah ekonomi sekitar, dan masih banyak lagi,” celetuk Rachmat Gobel kepada wartawan Tatiye.id.
Raxhmat Gobel sangat menyayangkan dalam kurun 2 tahun ia menjabat sebagai anggota DPR-RI menilai pembangunan Gorontalo tidak terarah dan kolaborasinya minim, sehingga persoalan kemiskinan tidak kunjung tuntas.
“Disetiap rapat di komisi XI saya sering mengkritik uang APBD kita sering digunakan pembangunan jalan maupun gorong-gorong, secara berulang setiap tahunnya. Akibatnya kemiskinan malah bertambah,” pungkas RG
















