Tatiye.id (Pohuwato) – Anies Radjak, salah seorang pensiunan ASN dengan jabatan terakhir Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Pohuwato tahun 2017 silam, kini sukses mengubah hidupnya menjadi pengusaha sarang burung walet di Bumi Panua.Selasa (21/07).
Saat diwawancarai, Anies mengaku telah merintis usaha sarang burung walet miliknya sejak tahun 2011 silam dengan bermodalkan niat dan konsistensi ditengah naik turunnya harga jual hasil panennya.
“Usaha ini saya rintis tahun 2011 dengan bangunan RBW (Rumah Burung Walet) awal hanya 10×5 m2 struktur 3 lantai. Di Pohuwato bahkan di Provinsi Gorontalo bangunan RBW masih bisa dihitung dengan jari dulu. Sekarang, banyak warga Pohuwato yang membangun RBW (Rumah Burung Walet) dengan jumlah totalnya mencapai 200-an gedung” ujarnya
Bermodalkan bangunan RBW tersebut, Anies mengakui mulai serius menggeluti usaha sarang walet. Hingga di tahun 2017 kemarin, Anies memutuskan untuk pensiun dini. Selain ingin fokus pada usaha yang satu ini, Anies juga ingin menikmati masa pensiunnya dengan pelesiran ke luar negeri.
Sekarang, dengan ketekunan dan konsistensinya. Anies mampu membangun 3 gedung sarang walet yang produktif dan masih akan berencana untuk menambah lagi kedepan.
“Alhamdulilah RBW saya sudah ada 3. Nah, kalo soal panen sendiri pasti beda-beda setiap bulan. Pernah sampai 20 Kilo, tapi kalau dirata-ratakan dapat 10 Kilo per bulan,†ungkap Anies
Seperti diketahui, harga sarang burung walet yang bervariatif mulai dari Rp.8 Juta hingga Rp.12 Juta, membuat Anies yakin bisa meraup ratusan juta setiap bulannya.
“Harganya bervariatif, yang penting konsisten dan serius, sekarang jugakan pemasarannya sudah gampang. Yah, kalau dulu masih susah (memasarkan),†terang Anies.


















