
Suara Bupati Kabupaten Pohuwato, Saipul A. Mbuinga bergetar menahan tangis saat memberikan sambutan mewakili pemerintah sebelum melepaskan almarhum Drs. K.H. Fahry J. Djafar ke tempat peristirahatan sementara disamping makam ibundanya tercintanya. Senin (30/03).
Dalam sambutannya, mewakili pribadi, Pemda, serta seluruh masyarakat bumi panua merasa kehilangan atas kepergian ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) pohuwato. Baginya, sosok almarhum tidak hanya sebagai ulama, melainkan juga pembawa cahaya.
“Beliau bukan hanya sekedar ulama, tetapi juga guru, pembimbing dan cahaya bagi umat, Nasihat-nasihat beliau menyejukkan hati, keteladanan beliau menguatkan iman,” ucap bupati dengan nada gemetar
Dihadapan keluarga almarhum dan seluruh masyarakat yang hadir, Saipul A. Mbuinga merasa sangat kehilangan sosok beliau. Ia berharap keteladanan beliau dapat menjadi inspirasi bagi umat.
“Semoga, keteladanan beliau dalam mensyiarkan kaidah-kaidah islam dapat menjadi inspirasi, khususnya untuk masyarakat pohuwato-boalemo,” harap Saipul
Almarhum Drs. K.H. Fahry J. Djafar mengembuskan nafas terakhirnya pada Senin, pukul 00:30 di rumah sakit Wahidin makassar, Sulawesi Selatan. Dikebumikan di Desa Mananggu, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.


















