
TATIYE.ID (GORONTALO) – Di sela kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, ke MAN Insan Cendekia (IC) Gorontalo, perhatian sempat tertuju pada penampilan sejumlah siswa Brillikids Leadership Elementary School.
Bukan hanya karena mereka masih duduk di bangku sekolah dasar, tetapi juga karena mereka tampil mempresentasikan ide dalam bahasa Inggris secara langsung di hadapan Wakil Menteri dengan tenang dan percaya diri.
Kunjungan Wamen Stella ke MAN IC Gorontalo sendiri berfokus pada peninjauan pelaksanaan Program Sekolah Garuda Transformasi, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa terkait peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Pada momen tersebut, siswa Brillikids mendapat kesempatan tampil menyampaikan ide dan proyek inovasi yang mereka kembangkan menggunakan bahasa Inggris. Bagi pihak sekolah, kesempatan ini menjadi bukti bahwa pembiasaan kepemimpinan (leadership) sejak dini bukan sekadar slogan, melainkan latihan nyata yang membentuk keberanian siswa tampil di ruang formal.

Kepala Sekolah Brillikids Leadership Elementary School, Ika Rahmawaty Hadikum, S.Pd, mengatakan para siswa memang dilatih untuk berani menyampaikan gagasan secara runtut di hadapan audiens.
“Anak-anak kami dilatih untuk menyampaikan gagasan dengan runtut dan berani berbicara di depan audiens baru. Presentasi dalam bahasa Inggris di hadapan Ibu Wamen adalah pengalaman yang akan membangun mental bertanding mereka,” ujarnya.
Kepercayaan diri tersebut juga didukung rekam jejak prestasi Brillikids di level internasional. Pada ajang STICK 2025 di Kuala Lumpur, siswa Brillikids meraih medali emas melalui inovasi yang dipresentasikan di forum global. Selain itu, pada Singapore Invention Convention (SIC) 2025 di Temasek Polytechnic, siswa Brillikids juga terlibat dalam ekosistem inovasi lintas negara.

Bagi orang tua, momen presentasi di hadapan Wamen Stella di lingkungan MAN IC Gorontalo menjadi pesan kuat bahwa kultur sekolah unggul dan berprestasi dapat dibangun sejak jenjang sekolah dasar. Hal itu dapat diwujudkan dengan membiasakan anak percaya diri, komunikatif—termasuk dalam penggunaan bahasa Inggris—serta siap bersaing hingga tingkat internasional.



















