
TATIYE.ID (GORUT) – Pelaksanaan pasar malam di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, menjadi sorotan sejumlah pihak. Perhatian ini muncul seiring kekhawatiran akan adanya penampilan hiburan yang dinilai tidak sejalan dengan nilai sosial dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Sorotan tersebut bukan tanpa dasar. Pasalnya, pada perhelatan pasar malam sebelumnya yang juga diselenggarakan oleh pihak Ganteng–Ganteng Ceria (GGC) di wilayah Gorontalo Utara, sempat terjadi polemik akibat penampilan sejumlah talent yang dianggap terlalu vulgar dan tidak pantas untuk konsumsi publik, khususnya masyarakat umum dan anak-anak.
Menanggapi hal itu, Bais Kakilo selaku Tim Ahli Bupati Gorontalo Utara secara tegas menyampaikan ultimatum kepada pihak penyelenggara agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pasar malam Desa Leboto. Ia meminta agar pihak GGC lebih selektif dalam menampilkan hiburan, terutama terkait penampilan artis biduan yang dinilai berlebihan dan diwarnai dengan goyangan erotis.
“Saya meminta dengan tegas agar hal-hal seperti itu tidak diulangi atau dipertontonkan kembali. Kegiatan pasar malam adalah ruang publik, dan ini menyangkut citra serta marwah daerah kita. Jangan sampai justru menimbulkan kesan yang tidak baik di tengah masyarakat,” tegas Bais.
Ia menekankan bahwa pasar malam sejatinya merupakan sarana hiburan rakyat yang bersifat edukatif, menghibur, dan ramah bagi semua kalangan. Oleh karena itu, penyelenggara diminta untuk menghormati norma agama, adat, dan budaya lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Gorontalo Utara.
Sebagai catatan, kejadian serupa sebelumnya sempat terjadi pada pasar malam di Desa Posso, Kecamatan Kwandang, yang juga digelar oleh pihak GGC
Saat itu, penampilan sejumlah talent dengan busana minim dan gerakan yang dinilai tidak pantas menuai kritik tajam dari masyarakat serta berbagai elemen daerah.
Bais Berharap ke depan seluruh kegiatan hiburan rakyat dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab, beretika, serta tetap menjaga nilai-nilai kesopanan demi kenyamanan dan ketertiban bersama.(*)
















