
Workshop digelar di Hotel Aston Gorontalo, Selasa (20/1/2026). (foto hms)
TATIYE.ID (DEPROV) – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong penguatan perencanaan pembangunan daerah yang lebih inklusif melalui Workshop Input Teknis Penyusunan Mekanisme Pengajuan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, yang digelar di Hotel Aston Gorontalo, Selasa (20/1/2026).
Workshop ini dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie, didampingi anggota Komisi III Syamsir Djafar Kiyai, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, pimpinan SKALA pusat beserta tim, serta perwakilan seluruh OPD Provinsi Gorontalo.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie menegaskan bahwa Pokir DPRD tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi kerakyatan, peningkatan layanan dasar, serta program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pokir DPRD harus disinergikan dengan tahapan dan dokumen perencanaan pembangunan daerah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Espin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan tugas DPRD dalam menyalurkan aspirasi masyarakat melalui Pokir harus sejalan dengan ketentuan perencanaan daerah. Dokumen Pokir DPRD akan disampaikan secara tertulis kepada pemerintah daerah sesuai Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 sebelum pelaksanaan Musrenbang RKPD.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili menegaskan pentingnya keselarasan antara Pokir DPRD dan dokumen perencanaan daerah.
“Sinergi antara aspirasi legislatif dan perencanaan daerah menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat,” katanya.
Workshop ini dilaksanakan oleh SKALA bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Gorontalo dengan fokus pada penguatan penyelenggaraan layanan dasar berbasis inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.

















