TATIYE.ID (KABGOR) – Keluarga korban FM dari Kecamatan Tabongo, Desa Ilomangga berikan alasan terkait belum membuat laporan ke pihak Polsek Tabongo.
Yayan Mohamad selaku keluarga korban kepada wartawan tatiye.id, mengatakan “Usai pemakaman tadi kami pihak keluarga belum membahas terkait pelaporan resmi, kami hanya membahas mengenai kedukaan ini,” jelasnya kepada awak media, Sabtu siang (18/7/2020).
Keluarga pun merasa terkejut atas meninggalnya FM, menurutnya baik korban FM dan pelaku YH merupakan teman dan bahkan mereka sering jalan bersama.
“Saya kaget ketika mendapat informasi bahwa om kami ini telah meninggal dunia didepan warung warga, setau saya juga mereka berdua ini (pelaku/korban.red), berteman,” ujar Yayan dengan raut wajah sedih.
“Kami juga dari pihak keluarga tidak mengetahui pasti apa motif dan penyebab terjadinya penikaman tersebut,” tegasnya.
Selanjutnya Ia juga menjelaskan terkait penolakan otopsi yang akan dilakukan pihak kepolisian, menurutnya pihak keluarga tidak setuju sebab korban sudah mengalami luka yang cukup parah.
“Kalaupun di otopsi nanti hari senin, itu yang membuat kami tidak setuju dan itu juga akan membuat almarhum tersiksa,” tandasnya.
Perlu diketahu korban pembunuhan FM alias Piri keseharianya berprofesi sebagai pekerja bengkel di depan pertigaan Ilomangga dan ia dikenal mudah bergaul dengan siapa saja. (*)

















