Tatiye.id (Pohuwato) – Untuk membangun kemandirian Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Kabupaten Pohuwato, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kerjasama dengan Forum Puspa Pohuwato dan Pemerintah Desa Torosiaje Jaya, menggelar sosialisasi pembentukan komunitas PEKKA.
Kegiatan perdana yang digelar oleh DP3AP2KB di Desa Torosiaje Jaya ini diikuti oleh 26 PEKKA dan dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan, Sri Marlina Mursalin dan Venti Dwikasari dari Forum Puspa Pohuwato.
Sri Marlina Mursalin menjelaskan jika konsep pembangunan PEKKA diawali dari peningkatan kualitas menuju kemandirian. DP3AP2KB memberi sosialisasi, memotivasi, mensuport ibu-ibu yang tergolong PEKKA untuk semaksimal mungkin menggali potensi diri dalam upaya menguatkan ekonomi keluarga.
“Poin penting yang wajib diperhatikan oleh PEKKA yakni harus mampu mengatur waktu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan tidak melupakan tanggung jawab dan kodrat sebagai ibu terhadap anak yang membutuhkan perhatian, pemenuhan kasih sayang, pendidikan dan kesehatan. Konsep pembangunan itu berbeda, mungkin kemarin mereka punya usaha langsung kita beri bantuan, maka untuk konsep pembangunan PEKKA ini kita bangun kemandirian dulu, jika PEKKA ini sudah siap maka secara otomatis bantuan akan ada. Pengalaman, bantuan itu gagal karena faktor ketidaksiapan individu ataupun kelompok yang diberi bantuan, jadi diorganisir seperti iniâ€,terang Marlina.
Lebih lanjut, Kabid Pemberdayaan Perempuan itu juga menjelaskan jika bantuan itu diberikan terhadap PEKKA yang benar-benar mampu, sudah siap dari segi kualitas dan kemampuan untuk motivasinya.
“Di awali dari pembentukan komunitas PEKKA, pembinaan kemandirian, identifikasi jenis usaha yang dimiiki oleh PEKKA itu sendiri. Kami bentuk dulu komunitas di desa atau setiap desa ada satu komunitas PEKKA yang kemudian akan ada satu organisasi PEKKA di pohuwato yang diawali dari Desa Torosiaje Jayaâ€pungkasnya.
Secara terpisah, Plt. Kepala DP3AP2KB, Rusmiyati Pakaya menambahkan bahwa pergerakan PEKKA ini diminta tumbuh dari bawah atau dari mereka sendiri. Kalau dipaksakan untuk tumbuh, terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Ya, tugas kami merangsang, memberi pengertian, pemahaman. Berdasarkan itu mereka akan termotivasi supaya potensi diri yang ada bisa tereksploitasâ€ujar Rusmiyati.


















