TATIYE.ID (SPORT) – Setelah beberapa waktu lalu bidang Sport Sains KONI Pusat menggelar rapat virtual dengan seluruh KONI se Indonesia. Kini giliran bidang Media dan Humas KONI Pusat menggelar pertemuan secara virtual dengan Bidang Media dan Humas KONI Provinsi seluruh Indonesia.
Dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting, Rabu (15/7) siang diawali dengan sambutan sekaligus laporan dari Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat yang membawahi bidang Media dan Publikasi, Chris John.
Mantan juara dunia Tinju tersebut menyampaikan adanya beberapa media yang dimiliki KONI Pusat. “KONI Pusat sudah berupaya mengikuti perkembangan zaman, dan saat ini memiliki beragam media komunikasi.â€, terangnya.
Sebelumnya acara silaturahmi virtual ini dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang menegaskan bahwa komunikasi semacam virtual meeting saat ini sangat diperlukan.
“Pertemuan seperti ini baik sekali untuk menjalin hubungan komunikasi dan tukar informasi seluruh Indonesia. Kami apresiasi acara ini, semoga mendapatkan hasil bahasan yang bermanfaat bagi olahraga Indonesia,†katanya.
Selanjutnya dalam pertemuan yang dipandu Ayu Dyah Pasha dari KONI Pusat dan dipimpin Kabid Humas KONI Pusat Gungde Ariwangsa itu pada dasarnya ingin melakukan silaturahmi secara langsung dengan KONI Provinsi se Indonesia dengan berbagai pokok bahasan.
Di antaranya soal pendaftaran wartawan, kegiatan kehumasan dan media kehumasan olahraga di Indonesia, terutama memperkenalkan media yang sudah dijalankan oleh Humas KONI Pusat. Ariwangsa mengatakan bahwa pertemuan virtual ini bukan untuk pertama dan terakhir, namun akan terus digalang secara rutin.
“Ini yang pertama, dan akan terus kami coba mengupayakan secara berkala, untuk menjalin silaturahmi dan tukar informasi untuk saling melengkapi,†kata Ariwangsa.
Dalam pembahasan soal pendaftaran peliput PON XX Papua tahun 2021, beberapa KONI Provinsi menyampaikan usulannya terutama soal persyaratan bagi wartawan peliput dan medianya yang dirasa memberatkan. Dan keinginan pendaftaran wartawan peliput Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun 2021 diperpanjang dengan beberapa alasan yang sangat teknis.
Seperti yang disampaikan Bidang Media dan Humas KONI Jatim, Rahmat Adhy Kurniawan. “Misalnya soal syarat wartawan harus sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW), bagi wartawan di media di daerah tertentu mungkin tidak masalah. Tapi bagi media yang punya wartawan olahraga kemudian wartawannya itu belum lulus UKW, sementara dalam kurun waktu satu tahun ke depan sulit menggelar UKW pasti ini memberatkan. Karena itu persyaratan ini mungkin agak dilonggarkan. Asal medianya terverifikasi Dewan Pers, bisa jadi wartawan itu sudah kompeten untuk liputan olahraga,†usul Rahmat Adhy Kurniawan.
Selain itu bukan hanya persoalan pendaftaran, tapi juga soal kewenangan mengirim wartawan ke PON, apakah sepenuhnya dari media-media sendiri, atau harus ada surat rekomendasi dari KONI setempat. Beberapa daerah memang masih mengacu pada kebiasaan bahwa KONI daerah akan mengajak sekaligus membiayai wartawan yang akan meliput PON, namun sebagian tidak.
Bahkan di KONI Sumatera Utara sudah memberlakukan kemandirian media berangkat sendiri sejak PON Jawa Barat 2016. Namun demikian, kebijakan soal KONI turut memfasilitasi wartawan ke PON atau tidak, diserahkan kepada daerah masing-masing, sesuai dengan aturan dan komitmen yang dijalin dengan pemprov masing-masing. (*)


















