
TATIYE.ID (GORONTALO) – Perkara yang melibatkan Jefri Yoker Taha alias Yoke dan RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menyita perhatian publik. Di balik proses hukum yang berjalan, perjuangan panjang mengawal perkara ini disebut membuat kuasa hukum rumah sakit, Fanly Katili, mengalami kelelahan hingga harus mendapatkan perawatan.
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan Fanly Katili terbaring di RSIA Sitti Khadijah. Kondisi tersebut disebut terjadi setelah dirinya beberapa hari terakhir fokus mengawal dua perkara yang berkaitan dengan insiden di rumah sakit tersebut.
Fanly diketahui mendampingi pihak RSIA Sitti Khadijah dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap dokter Muhammad Rifki Hulalata serta dugaan perusakan fasilitas rumah sakit yang menyeret nama Jefri Yoker Taha alias Yoker.
Selama proses tersebut, Fanly terus memberikan pendampingan hukum kepada pihak rumah sakit hingga akhirnya kepolisian menetapkan Jefri Yoker Taha sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap dokter.
Perjuangan panjang tersebut pun disebut membuat kondisi fisik Fanly menurun. Setelah beberapa hari menjalani aktivitas hukum secara intensif, ia akhirnya harus beristirahat dan mendapatkan perawatan.
Meski demikian, proses hukum terkait kasus tersebut masih terus berjalan. Pihak RSIA Sitti Khadijah melalui kuasa hukumnya tetap menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum.
Sementara itu, pihak Jefri Yoker Taha melalui kuasa hukumnya juga sebelumnya menyampaikan adanya dugaan persoalan pelayanan yang menjadi latar belakang munculnya insiden tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena mempertemukan dua sudut pandang berbeda, yakni pihak Jefri yang menyoroti dugaan pelayanan rumah sakit dan pihak RSIA Sitti Khadijah yang menyampaikan bahwa pasien tetap mendapatkan pelayanan sesuai prosedur.















