
POHUWATO (TATIYE.ID) – Setelah melalui proses perjuangan yang berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, pembangunan Kantor Bupati Pohuwato akhirnya memasuki tahap nyata. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan upacara peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, sebagai langkah awal pembangunan fasilitas pemerintahan tersebut. Selasa (09/06).
Melalui keterangan yang disampaikan secara terpisah lewat sambungan telepon, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya proyek ini.
Ia mengakui bahwa perjuangan menghadirkan kantor pelayanan yang layak ini tidak berjalan mudah—banyak tantangan dan proses yang harus dilalui, terutama dalam upaya memperjuangkan persetujuan dan dukungan anggaran di tingkat Pemerintah Pusat.
Namun berkat kerja keras dan kebersamaan, segala upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil yang nyata. Bupati Saipul juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang telah bekerja sama dan berjuang bersama mewujudkan rencana strategis ini.
Pembangunan kantor yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp37 miliar ini kini dapat segera dijalankan sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan publik dan pemerintahan.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh OPD terkait yang telah berjuang bersama, sehingga kita berhasil mendapatkan anggaran untuk pembangunan Kantor Bupati ini,” ujar Bupati Saipul.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato untuk turut serta mengawal proses pembangunan ini. Pengawasan dari masyarakat diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar, berkualitas, dan selesai tepat waktu sesuai kesepakatan dalam kontrak, yaitu pada bulan Desember 2026 mendatang.
Pembangunan Kantor Bupati ini diharapkan nantinya tidak hanya menjadi pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga simbol semangat pembangunan dan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga Bumi Panua.
















