
TATIYE.ID (KABGOR) – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menekankan pentingnya optimalisasi capaian indikator Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) bagi seluruh jajaran kesehatan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan monitoring dan evaluasi KBK yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Kamis (30/04/2026).
Sugondo menjelaskan, pencapaian indikator KBK memiliki dampak langsung terhadap besaran pendapatan fasilitas kesehatan tingkat pertama, sehingga perlu menjadi perhatian serius.
“KBK ini harus dimaksimalkan. Targetnya bisa mencapai 100 persen,” ujar Sugondo.
Ia menambahkan, kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman teknis pelaksanaan di lapangan sekaligus mendorong kemudahan dalam mencapai indikator yang telah ditetapkan.
Menurutnya, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi lanjutan secara berkala guna memantau perkembangan di masing-masing fasilitas kesehatan.
“Perkembangannya akan dievaluasi setiap tiga bulan,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gorontalo, Tri Mayudin, menyebut pencapaian indikator KBK menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait pelayanan di luar fasilitas kesehatan serta keterbatasan sumber daya petugas yang menangani program tersebut.
“Kami butuh dukungan dari Dinas Kesehatan untuk pengawasan dan pendampingan,” kata Tri.
Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan turut memberikan pemaparan teknis kepada peserta terkait strategi pemenuhan indikator KBK.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, para kepala puskesmas, serta pengelola program JKN/KBK.














