
TATIYE.ID (GORONTALO) – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Ramsi Sondakh, menyoroti persoalan sampah yang masih menumpuk di lokasi penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.
Menurut Ramsi, di tengah banyaknya pihak yang mengklaim keberhasilan pelaksanaan PENAS, termasuk Pemerintah Provinsi Gorontalo, persoalan sampah justru terkesan diabaikan.
Ia meminta pemerintah tidak hanya bangga atas suksesnya kegiatan, tetapi juga bertanggung jawab menyelesaikan dampak yang ditinggalkan.
“Jangan hanya saling mengklaim suksesnya PENAS. Sampah yang ditinggalkan sampai hari ini masih berserakan, bahkan sudah mulai membusuk. Ini juga harus menjadi tanggung jawab bersama,” kata Ramsi, Kamis (2/7/2026).

Ia mengungkapkan, sejak awal dirinya telah mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak lepas tangan setelah kegiatan selesai. Menurutnya, lokasi yang kini dipenuhi sampah merupakan lahan milik masyarakat yang seharusnya dikembalikan dalam kondisi bersih.
“Saya sudah mengingatkan sejak awal, jangan sampai setelah acara selesai pemerintah justru lepas tangan. Ini lahan masyarakat, bukan tempat pembuangan sampah. Jangan biarkan masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegasnya.

Ramsi meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat membersihkan seluruh sisa sampah di area bekas penyelenggaraan PENAS.
“Kalau memang semua mengaku sukses menyelenggarakan PENAS, maka sukses itu harus dibuktikan sampai tuntas, termasuk memastikan tidak ada lagi sampah yang membusuk di lokasi kegiatan,” pungkasnya.
















