
TATIYE.ID (DEPROV) – Pani Gold Mine resmi menggelar syukuran produksi perdana di Kabupaten Pohuwato, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, unsur Forkopimda, serta pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili bersama Wakil Ketua I Ridwan Monoarfa, Wakil Ketua II La Ode Haimudin, Ketua Komisi III Espin Tulie, serta anggota Komisi III Syamsir Djafar Kiyai dan Hamzah Idrus.
Presiden Direktur Pani Gold Mine, Boyke, menyampaikan bahwa produksi perdana menjadi hasil perjalanan panjang kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah. Ia menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara sistematis, modern, profesional, dan berintegritas, serta memastikan kewajiban perusahaan termasuk pembayaran royalti dipenuhi sesuai ketentuan.
Perusahaan juga telah menjalankan sejumlah program sosial, di antaranya bantuan pendidikan melalui program MBG, pengadaan ambulans untuk RS Bumi Panua, pembangunan fasilitas Masjid Agung, dukungan kios bagi pelaku UMKM, serta pelatihan dan prioritas tenaga kerja lokal Gorontalo.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menyebut sektor pertambangan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang pada 2025 tercatat di atas rata-rata nasional. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan pertambangan sesuai izin resmi, pengawasan AMDAL, peningkatan tenaga kerja lokal, transparansi royalti, hingga optimalisasi pajak daerah melalui penggunaan pelat kendaraan DM dan distribusi BBM melalui Gorontalo.
Sebagai simbol dimulainya produksi, gubernur bersama unsur Forkopimda membunyikan alat musik tradisional Polopalo.
Usai kegiatan, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menyampaikan rasa syukur atas dimulainya produksi perdana tersebut.
Menurutnya, kehadiran Pani Gold Mine diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini momentum penting bagi daerah. Kita berharap keberadaan perusahaan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi putra-putri daerah serta meningkatkan pendapatan daerah secara transparan,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pengelolaan sumber daya alam tetap sesuai regulasi, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Gorontalo.
Produksi perdana ini diharapkan menjadi awal penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi pemerintah, legislatif, dan dunia usaha.


















