
TATIYE.ID (KABGOR) — Semangat kebersamaan dan kepedulian kembali ditunjukkan keluarga besar perangkat desa se-Kabupaten Gorontalo. Melalui Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Gorontalo, santunan duka diserahkan kepada keluarga almarhum Sito Buka, Kepala Dusun Perintis, Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Senin (28/9/2026).
Penyerahan santunan berlangsung di kediaman almarhum. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, pengurus PPDI Kabupaten Gorontalo, serta Pemerintah Desa Iloponu.
Ketua PPDI Kabupaten Gorontalo, Agus N. Ali, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas antarperangkat desa.
Menurutnya, ketika salah satu keluarga besar perangkat desa mengalami musibah, seluruh perangkat desa turut merasakan duka dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Ini bukan sekadar santunan, tetapi bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan kita. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat desa se-Kabupaten Gorontalo yang dengan ikhlas ikut memberikan santunan untuk keluarga almarhum,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, program santunan duka tersebut telah berjalan selama dua tahun dan menjadi salah satu bentuk solidaritas yang terus dijaga oleh PPDI Kabupaten Gorontalo.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan PPDI melalui program santunan tersebut.
Menurut Haris, solidaritas seperti ini penting untuk terus dipelihara karena perangkat desa bukan hanya menjadi bagian dari pemerintahan di tingkat desa, tetapi juga merupakan satu keluarga besar yang saling mendukung ketika menghadapi musibah.
“Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat baik. Saya mengapresiasi PPDI Kabupaten Gorontalo yang terus menjaga rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarperangkat desa. Ketika ada keluarga yang mengalami musibah, kita hadir untuk memberikan dukungan,” kata Haris.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat terus dilanjutkan dan menjadi budaya positif di lingkungan perangkat desa se-Kabupaten Gorontalo.
“Semoga santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Yang paling penting adalah nilai kebersamaan dan kepedulian yang terus kita jaga,” ujarnya.

















