
TATIYE.ID (KABGOR) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong percepatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) yang hingga awal Mei 2026 baru mencapai 41,74 persen.
Data per 3 Mei 2026 mencatat sebanyak 75.097 pekerja telah terlindungi dari total potensi 179.925 pekerja. Capaian ini menempatkan Kabupaten Gorontalo di peringkat ke-106 nasional. Sementara di tingkat Provinsi Gorontalo, realisasi UCJ mencapai 47,80 persen, dengan target 2026 sebesar 79,26 persen.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar perlindungan menjangkau seluruh pekerja.
“Capaian ini masih harus didorong. Targetnya memperluas perlindungan hingga menjangkau seluruh pekerja, terutama sektor informal dan rentan,” ujar Sofyan saat membuka rapat koordinasi di Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Pemkab menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya program satu desa 100 pekerja, optimalisasi APBD, serta penguatan regulasi bagi pekerja non-ASN dan tenaga proyek. Sinergi OPD juga diperkuat untuk pendataan dan perluasan kepesertaan.
Sasaran perluasan mencakup sektor formal seperti tenaga honorer, BUMDes, pelaku usaha, hingga transportasi dan konstruksi, serta sektor informal seperti petani, nelayan, pekerja mandiri, dan kelompok rentan. Pemkab juga melibatkan dukungan DPRD dan Baznas bagi masyarakat yang belum mampu.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi upaya memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat,” tutupnya.



















