
Menyongsong bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato menggelar rapat persiapan yang dipimpin Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, Senin (26/01/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gunung Pani Kantor Bupati dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Pohuwato, Rais Abaidata, Ketua MUI Pohuwato, Ust. Fahri Djafar, pimpinan OPD, serta para camat se-Kabupaten Pohuwato.
Turut hadir Ketua Baznas Pohuwato, Ketua Takmirul Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Kadhi Pohuwato, Hakimu Pohuwato, Bate Pohuwato, Wuu Pohuwato, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, serta seluruh Bate dan Wuu kecamatan.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai agenda keagamaan selama Ramadan, mulai dari persiapan Nisfu Syakban, Tonggeyamo penetapan 1 Ramadan, pelaksanaan Safari Ramadan, Tadarus Al-Qur’an, peringatan Nuzul Qur’an, Tumbilotohe (malam pasang lampu), Tonggeyamo penetapan 1 Syawal, hingga pelaksanaan Dua Lo Ulipu Hari Raya Idulfitri.
Wabup Iwan menyampaikan bahwa pelaksanaan Nisfu Syakban disepakati jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban atau tepatnya pada 3 Februari 2026.
Ia berharap seluruh pihak dapat mematangkan persiapan karena kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan doa bersama dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di rumah jabatan bupati.
“Kegiatan diawali dengan Nisfu Syakban, kemudian diisi dengan ceramah agama dan yasinan bersama,”ujar Wabup.
Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan keagamaan Ramadan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya menyesuaikan waktu pelaksanaan.
Untuk penetapan 1 Ramadan melalui Tonggeyamo, Wabup menegaskan tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. “Pemda Pohuwato akan menetapkan 1 Ramadan setelah ada keputusan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama,”terangnya.
Terkait Safari Ramadan, Wabup Iwan meminta adanya kesepahaman bersama apabila terjadi perubahan jadwal. Hal tersebut dimungkinkan jika terdapat agenda dari Pemerintah Provinsi atau kegiatan mendadak lainnya.
“Mari sama-sama memahami apabila ada penyesuaian atau penundaan jadwal Safari Ramadan Pemda Pohuwato,”ungkapnya.
Untuk kegiatan Tadarus Al-Qur’an, Wabup Iwan menjelaskan tetap dilaksanakan di empat rumah jabatan, yakni rumah jabatan Bupati, Ketua DPRD, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan bulan Ramadan dan diupayakan selesai sebelum Ramadan berakhir.
Sementara itu, peringatan Nuzul Qur’an dipastikan berlangsung pada malam ke-17 Ramadan dan Tumbilotohe dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadan sebagaimana tradisi yang telah berjalan selama ini.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah juga tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang kemudian ditindaklanjuti dengan keputusan Bupati Pohuwato.
Adapun pelaksanaan Dua Lo Ulipu digelar setelah pelaksanaan Salat Idulfitri, sehingga sejak dini perlu disiapkan petugas pelaksana, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Intinya melalui rapat ini kita siapkan seluruh agenda dengan matang, sehingga saat pelaksanaannya nanti semua sudah siap dan tinggal dimantapkan. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, komunikasi dan koordinasi tetap harus kita jaga,”pungkas Wabup Iwan.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh hasil rapat tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang saat ini masih menjalankan agenda pemerintahan di luar daerah, karena kami dimandatkan untuk memimpin rapat ini.
















