
Pani Gold Mine dalam keterangan yang diterima Rabu, (13/5), menyatakan bahwa akan membangun sediment trap (tanggul) di hulu Sungai Dulamayo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, yang akan berfungsi mengendalikan sedimentasi, mempertahankan kualitas air di hilir, sehingga baik untuk lahan-lahan pertanian masyarakat di Duhiadaa dan Buntulia.
Masyarakat merespon baik. Aliran sungai Dulamayo melewati Alamotu, kemudian ke Bendungan Taluduyunu dan bercabang ke beberapa jalur menuju lahan pertanian di Duhiadaa dan sekitarnya termasuk saluran irigasi masyarakat.
Belakangan ini, sedimentasi telah berpengaruh pada produksi areal pertanian, di sejumlah titik saluran irigasi distribusi air menuju area persawahan berkurang. Kondisi yang telah berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pengairan selama musim tanam.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan menyaring air dari limpasan lumpur dan sedimen yang hanyut bersamaan, sehingga mereka yang memanfaatkan air di bagian hilir termasuk untuk pertanian masyarakat lebih jernih.
Upaya Pani Gold Mine tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan petani setempat yang selama ini menghadapi tantangan sedimentasi di saluran irigasi pertanian.
“Sebagai petani, kami tentu bersyukur kalau memang ada upaya dari perusahaan untuk membantu mengatasi sedimentasi yang selama ini memengaruhi saluran irigasi kami. Harapan kami sederhana, bagaimana air yang masuk ke sawah bisa kembali lebih baik dan lancar supaya lahan pertanian masyarakat bisa kembali ditanami,” ujar Edi Kulabu, salah satu petani di Buntulia.
Pembangunan Dam Hulawa ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran sistem irigasi dan produktivitas pertanian di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.














