TATIYE.ID (SPORT) – Askab PSSI Kabupaten Gorontalo Utara nampaknya serius terkait persoalan Piala Soeratin region Gorontalo yang telah digulir Asprov PSSI Gorontalo belum lama ini. Pasalnya, Askab PSSI Gorut punya data-data yang mengindikasikan pelaksanaan kompetisi tersebut syarat akan kecurangan.
KONI Gorontalo Utara yang menginisiasi pertemuan bersama Askab PSSI Gorut, manager dan pelatih tim Soeratin U-17 Gorontalo Utara, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta unsur DPRD Gorontalo Utara dalam menyikapi hasil pertandingan Piala soeratin U-17 yang terindakasi dan patut diduga telah terjadi kecurangan serta rekayasa hasil pertandingan. Dimana Kabupaten Boalemo sebagai utusan Provinsi Gorontalo untuk mengikuti Piala Soeratin U-17 tingkat Nasional.
“Nah, berdasarkan hasil pertemuan kami tadi sore, didapatkan data-data indikasi kecuarangan yakni, pertama pelaksanaan Piala Soeratin tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang seharusnya melibatkan Askab/Askot PSSI se Provinsi Gorontalo. Kedua, Boalemo direkayasa melakukan pertandingan dengan salah satu tim,” beber Hartono Jusuf selaku pengurus KONI Gorut serta sebagai pembina Askab PSSI Gorut, Kamis (16/01/2020).
“ketiga, Asprov PSSI Gorontalo tidak pernah melakukan sosialisasi atau pertemuan terhadap rencana pelaksanaan Piala Soeratin, dan keempat kami telah menemukan sebuah rekaman pembicaraan yang berisi tentang pengaturan atau penunjukan tim yang akan mewakili Provinsi Gorontalo ke tingkat nasional oleh pihak Asprov PSSI Gorontalo melalui pembicaraan antara ketua Askab PSSI Boalemo dengan salah satu pemain asal Gorontalo Utara,” ungkapnya.
Nah, berdasarkan data-data yang diperoleh tersebut, rencananya Askab PSSI Gorut akan melayangkan surat kke PSSI pusat dengan lima point utama yang akan dimintakan solusi oleh induk organisasi sepakbola tanah air tersebut.
“Ada lima point isi surat yang akan kita layangkan ke PSSI pusat. Pertama, dengan tegas menolak hasil kejuaraan Piala Soeratin U-17 Provinsi Gorontalo, kedua, melakukan protes kepada PSSI pusat tentang mekanisme pelaksanaan kejuaraan Soeratin U-17 tahun 2020. Ketiga, Askab PSSI Gorut merasa sangat dirugikan dan mengalami kekecewaan atas kebijakan Asprov PSSI Gorontalo. Sebab tim Soeratin Gorut telah melakukan persiapan pembinaan eks tim U-14 dan U-16 Liga Menpora tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019. Keempat, kami menganggap bahwa tindakan rekayasa pelaksaan Piala Soeratin oleh Asprov PSSI Gorontalo merupakan pembunuhan karir atlet-atlet sepakbola muda di Gorontalo Utara. Dan terakhi, kami memohon kepada pihak PSSI pusat dapat mengkalirifikasi dan melakukan tindakan cepat kepada pihak Asprov PSSI Gorontalo sebelum Piala Soeratin tingkat nasional digulir,” jelas Hartono. (*)
Pewarta : Muchlis Kai.















