TATIYE.ID (SPORT) – Latihan Minggu 05 Juli 2020 di sirkuit Sang Profesor, dua pembalap muda Gorontalo Ces Musa dan Fadel Mbuinga melahap cukup banyak pelajaran dari pelatih dan tim tehnis balap motor Pengprov IMI Gorontalo.
Ya, selain mesin dan setingan motor yang mumpuni, kepiawaian joki dalam hal melakukan start dan melahap tikungan, juga jadi salah satu pendukung keberhasilan.
“Bagi seorang pembalap road race (RR), ragu atau bahkan minim pengetahuan dalam melakukan start atau menikung, dapat membuat peluang pembalap di belakang untuk menyalip akan lebih besar,” ujar Budi Djau, salah satu pelatih tim balap motor Gorontalo disela-sela latihan Minggu pagi kemarin.
Budi juga mengatakan, dari pantauan disesi latihan MInggu pagi kemampuan melibas tikungan masih harus diperhatian dua pembalap Gorontalo.
“Saat menikung mereka masih sering tidak bisa menguasai motor, rem belakang harusnya jangan ditarik habis. Pasalnya itu akan membuat beban mesin berlebih saat keluar tikungan sembari membuka gas. Bila itu dilakukan, besutan akan telat melaju,” ujar Budi Djau.
Sementara terpisah Ketua Pengprov IMI Gorontalo, Ridwan Bobihoe dalam penyampaiannya menegaskan bahwa disiplin dan terus berlatih dengan penuh konsentrasi harus diperhatikan dua pembalap Gorontalo ini.
“Saya melihat kedua pembalap ini masih kurang fokus, dan jika dalam beberapa bulan kedepan keduanya tidak memperlihatkan kemajuan, maka bukan tidak mungkin IMI Gorontalo akan mempertimbangkan untuk mencari pengganti keduanya,” tegas Ridwan Bobihoe.
Sedangkan sekertaris KONI Provinsi Gorontalo Drs. H. Syafrudin Amir yang turut memberikan support dan masukannya kepada kedua atlet disaat sesi rehat berharap apa yang diarahkan pelatih agar dapat dijalankan dengan penuh disiplin.
“kuncinya apa yang disampaikan pelatih dapat diaplikasikan dilintasan, dan jika disiplin dilakukan maka hasil terbaik akan diraih nantinya,” pungkasnya. (*)















