
Pendamping Kontingen Maluku Utara bersama LO Kabupaten (foto salsayusuf/Tatiye.id)
TATIYE.ID (GORONTALO) – Pendamping Kontingen Provinsi Maluku Utara, Abdul Wahab H. Rajab, mengapresiasi pelayanan dan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo di tengah kedatangan peserta yang berlangsung secara bertahap pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII.
Abdul Wahab mengatakan, kontingen Maluku Utara yang mengikuti PENAS XVII berasal dari lima kabupaten, yakni Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, dan Pulau Morotai. Selain itu, sejumlah penyuluh pertanian yang bertugas di Maluku Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberangkatan menuju Gorontalo sempat terkendala keterbatasan tiket dan tingginya biaya transportasi. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta menempuh perjalanan melalui Ternate-Manado, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Gorontalo dengan bus maupun kendaraan sewa.
Meski demikian, kata dia, koordinasi yang dilakukan bersama panitia dan liaison officer (LO) di Gorontalo berjalan dengan baik sehingga kedatangan peserta dapat difasilitasi secara bertahap.
“Koordinasi dengan teman-teman kepanitiaan dan LO yang ada di Gorontalo sangat membantu. Jadi dibantu, difasilitasi, dimediasi. Tinggal Kabupaten Halmahera Utara yang sementara perjalanan, mungkin besok sudah ada di Gorontalo,” ujar Abdul Wahab saat ditemui di pemondokan rumah warga di Jalan Abdul Wahid Koem, Kabupaten Gorontalo, Jumat (19/6/2026).
Ia mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan masyarakat Gorontalo serta pelayanan yang diberikan panitia selama pelaksanaan PENAS XVII. Abdul Wahab secara khusus mengapresiasi peran LO Kabupaten Gorontalo, Ismail, yang dinilainya aktif mendampingi dan menjaga komunikasi dengan kontingen Maluku Utara.
“Yang jelas tuan rumah ini luar biasa sambutannya. Pak Ismail memang sungguh luar biasa komunikasinya. Beliau antar ke homestay dan tetap ada komunikasi dengan kami,” katanya.
Abdul Wahab menambahkan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus terjalin dengan baik. Sejumlah persoalan teknis yang ditemui di lapangan pun dapat diselesaikan melalui komunikasi sehingga tidak mengganggu semangat peserta mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Alhamdulillah mereka semangat. Saya sampaikan jangan dulu jalan-jalan, konsentrasi dulu mempersiapkan diri mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Pelaksanaan PENAS XVII yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menjadi wadah bagi petani dan nelayan dari berbagai daerah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
Abdul Wahab berharap kehadiran kontingen Maluku Utara di Gorontalo dapat menjadi media pembelajaran, khususnya di bidang pertanian dan perikanan.
“Mudah-mudahan dengan kedatangan kami di sini bisa menjadi media belajar bagi kami, khususnya di bidang pertanian dan perikanan,” tutupnya.

















