TATIYE.ID (GORUT) – Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Lukman Botutihe, prihatin soal lemahnya kordinasi dan informasi dalam menggunakan jasa angkutan kapal laut di Pelabuhan Kwandang.
Penekanan belum optimal di situasi new normal menjadi kegelisahan terlebih lagi menyangkut nasib masyarakat yang terkatung-terkatung dalam pengurusan perjalanan antar pulau.
Hal ini disikapi serius oleh Lukman Botutihe yang dihubungi ini melalui sambungan telephone, Senin (07/07).
“Calon penumpang yang berkisar 3-4 ratus orang itu nasibnya tidak jelas, mereka sudah mengeluarkan biaya dalam pengurusan rapid tes namun parahnya sudah 4 hari tertahan di pelabuhan,” ungkap Lukman.
Lukman mempertegas bahwa kesigapan pihak pelni perlu dipertanyakan dalam mengelola pelayanan di Pelabuhan Kwandang.
“Minimal pihak pengelola rapid tes tidak boleh lepas tangan karena ini selain merugikan penumpang juga mengkerdilkan peran pemerintah daerah dalam hal memaksimalkan pelayanan berbasis kemanusiaan bukan bisnis,” tutupnya. (*)















