TATIYE.ID (DEPROV) – Salah satu program kerja Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) H. Rachmat Gobel di bidang pertanian kembali membuahkan hasil. Terbukti dengan panen raya jangung di Demplot 1 Keluarahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Rabu (8/7/2020).
Panen raya jagung yang disaksikan langsung Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR-RI Dr. Rustam Hs. Akili tersebut juga dihadiri beberapa tokoh seperti Ketua DPD NasDem Kota Gorontalo Dr. Charles Budi Doku, Ketua OKK DPW NasDem Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfah, Ketua REI Provinsi Gorontalo, dan Kelompok Tani Demplot Tiladu Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto.
Selain itu, nampak terlihat hadir juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo yang juga Ketua Tani NasDem Gorontalo, Roman Nasaru, dan Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Gorontalo, Jarwadi Mamu.
Selain itu tenaga Ahli DPR-RI ini tidak lupa mengingatkan agar seluruh yang hadir dalam kegiatan panen raya mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.
Usai melakukan panen raya, Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR-RI Dr. Rustam Hs. Akili menyampaikan, demplot pertanian ini akan berkelanjutan bersama mitra langsung PT. Petrokimia Gresik Grup. Dengan tentu bagaimana membina para petani yang ada di Gorontalo untuk berhasil dan sukses.
“terima kasih kepada para kelompok tani, setelah panen ini kita akan kembali melakukan penanaman karena masih ada 100 hektar lebih lahan dan program pertanian dari bapak Rahmat Gobel ini masih akan berlanjut demi mensejahtrakan mayarakat terutama kelompok tani dengan bersatu, berjuang, menang dan sukses untuk petani Gorontalo,” kata Dr. Rustam Hs. Akili.
Selain itu, kata Dr. Rustam Akili, Ini program untuk meningkatkan kualitas pertanian yang memiliki nilai lebih, jadi demplot ini bukan sekadar gagah-gagahan saja kemudian tidak berkelanjutan.
” Saya juga berterima kasih kepada PT. Petrokimia Gresik yang begitu sabar yang begitu tekun mendampingi para petani. Dan semua ini tergantung pola pikir, Allhamdulilah petani dibawa pimpinan pak Helmi ini mematuhi seluruh yang ada dan disiplin sehingga dari sinilah menemukan kualitas hasil pertanian dan pada dasarnya walaupun petani kita tidak perlu diajari namun dengan pergeseran nilai teknologi inilah yang kita manfaatkan, ” jelas Rustam. (*)














