
TATIYE.ID (KABGOR) – Kasus dugaan pemukulan seorang siswa oleh guru di salah satu sekolah di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, akhirnya berakhir damai.
Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi.
Proses perdamaian berlangsung dengan melibatkan pihak keluarga korban, guru yang bersangkutan, pihak sekolah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, guru yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga atas peristiwa yang terjadi.
Pihak keluarga korban menerima permohonan maaf tersebut dan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan itu diambil setelah melalui musyawarah dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak, khususnya masa depan peserta didik dan proses pendidikan di sekolah.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo mengapresiasi penyelesaian perkara secara kekeluargaan. Meski demikian, dinas menegaskan bahwa evaluasi terhadap guru yang bersangkutan tetap akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Disdikbud juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar mengedepankan pendekatan yang edukatif dan humanis dalam menangani persoalan di lingkungan sekolah.
Segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap peserta didik dinilai tidak sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan.
Sebelumnya, kasus ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan seorang siswa mengalami pemukulan hingga pingsan di salah satu sekolah di Kecamatan Dungaliyo.
Peristiwa tersebut sempat mendapat perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo yang berencana memanggil guru bersangkutan serta melakukan pemeriksaan.
“Iya, kedua belah pihak sudah berdamai dan keluarga tidak mempermasaalahkan lagi,” kata Kadis Dikbud Kabgor, Abd Waris, Senin (3/8/2026) ditemui awak media.
















