
TATIYE.ID (KABGOR) – Jangan sampai ada petani yang terlewat dalam pendataan. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melakukan verifikasi dan validasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2027 tercatat sesuai kondisi riil di lapangan.
Validasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang menyasar dua Kelompok Tani (Poktan) di Dusun Datahu, Desa Tohupo.
Kegiatan dihadiri Koordinator BPP, Simin I. P. Dikum, SP, Penyuluh Pertanian Desa Tohupo, Yuriska Jau, SP, bersama jajaran penyuluh pertanian lainnya. Hadir pula pengurus dan anggota kedua kelompok tani.
Dalam arahannya, Simin menekankan pentingnya ketepatan data RDKK. Sebab, data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani.
“Data RDKK harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai ada petani yang berhak tetapi terlewat dalam pendataan. Karena itu, kami melakukan validasi agar kebutuhan yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi petani,” ujar Simin.
Sementara itu, Yuriska Jau mendampingi proses verifikasi bersama pengurus kelompok tani. Pendataan dilakukan dengan memeriksa kembali luas lahan dan komoditas yang akan ditanam oleh para petani.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang digunakan dalam penyusunan RDKK tahun 2027 lebih akurat sekaligus meminimalkan potensi persoalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Selain melakukan validasi data, BPP juga memberikan penjelasan kepada petani mengenai mekanisme penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi.
Para petani menyambut baik kegiatan tersebut karena mendapatkan kejelasan terkait pendataan kebutuhan pupuk sekaligus kesempatan untuk memastikan data lahan dan komoditas mereka tercatat dengan benar.
BPP berharap proses validasi RDKK ini dapat mendukung penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan petani pada tahun 2027.


















