
TATIYE.ID (BONE BOLANGO) — Aksi boikot dan penutupan Kantor Desa Toto Utara, Kabupaten Bone Bolango, yang terjadi pada Senin (27/7/2026) pagi, ternyata dinahkodai oleh Beni Lengkey.
Mantan Anggota DPRD Bone Bolango periode 2014-2019 tersebut diketahui merupakan suami dari Kepala Desa Toto Utara yang baru saja dinonaktifkan oleh pemerintah daerah.
Aksi penyegelan fasilitas publik ini disinyalir sebagai bentuk reaksi atas penonaktifan sang istri dari kursi kepemimpinan desa. Beruntung, insiden tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan proses komunikasi dan mediasi oleh pihak-pihak terkait, Beni Lengkey akhirnya melunak dan bersedia membuka kembali kantor desa tersebut.
Ketua BPD Toto Utara, Usman Hasan, mengonfirmasi bahwa pasca mediasi, situasi telah terkendali dan seluruh pelayanan administrasi publik kembali berjalan normal. Jajaran perangkat desa telah kembali menempati meja pelayanan untuk melayani kebutuhan warga.
“Kami dari BPD menjamin bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan berjalan lancar. Penonaktifan kepala desa adalah proses administratif dari pemerintah daerah, namun urusan pelayanan publik di tingkat desa tidak boleh terhenti,” tegas Usman Hasan.
Guna mencegah terulangnya insiden serupa serta mengawal stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), BPD Toto Utara kini menyiagakan unsur aparat keamanan. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari unsur TNI bersama Bhabinkamtibmas dan personel Polsek setempat telah dikerahkan untuk memantau situasi dan memberikan rasa aman bagi perangkat desa maupun warga yang datang.
Diketahui sebelumnya, dinamika politik dan pemerintahan di Desa Toto Utara ini merupakan buntut panjang dari polemik dugaan maladministrasi lahan RSUD Toto Kabila yang mencuat ke publik.
Menyikapi situasi ini, BPD bersama aparat keamanan mengimbau seluruh warga agar tidak terprovokasi, tetap menjaga kerukunan, dan mempercayakan proses penyelesaiannya kepada instansi pemerintah yang berwenang






















