
TATIYE.ID (KABGOR) – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, mendesak jajaran direksi dan komisaris Bank SulutGo (BSG) untuk hadir langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD.
Kehadiran para petinggi bank daerah itu dinilai penting agar setiap persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat diputuskan oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Desakan tersebut disampaikan Irwan Dai saat memimpin RDP bersama pihak BSG di DPRD Kabupaten Gorontalo, Kamis (6/8/2026).
Agenda rapat membahas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana Corporate Social Responsibility (CSR), dividen, serta laporan masyarakat terkait tingginya bunga kredit yang diterapkan BSG.
“Kami ingin menghadirkan komisaris dan direksi BSG di DPRD ini. Kami ingin mereka hadir sebagai pengambil kebijakan dan bisa memutuskan, termasuk mengubah sistem pemberian bunga yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” tegas Irwan.
Menurutnya, apabila kebijakan tersebut dapat diperbaiki, masih terbuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih baik antara DPRD dan BSG.
Namun, jika direksi dan komisaris mengabaikan aspirasi yang telah disampaikan, Komisi III akan mempertimbangkan menaikkan status pembahasan RDP ke tahapan berikutnya.
“Kalau apa yang kami sampaikan tidak diindahkan, kami juga bisa mengambil keputusan agar rapat ini naik level. Momentum ini kami gunakan untuk menyampaikan kepada jajaran komisaris dan direksi bahwa inilah potret persoalan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.
Selain persoalan bunga kredit, Irwan juga menyoroti realisasi dana CSR dan dividen BSG bagi Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah penyerta modal. Ia menilai manfaat yang diterima daerah perlu dievaluasi agar lebih dirasakan masyarakat.
Tak hanya itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi perhatian Komisi III. Menurut Irwan, realisasi KUR di Kabupaten Gorontalo masih tergolong rendah sehingga perlu menjadi perhatian serius manajemen BSG agar akses permodalan bagi pelaku UMKM semakin luas.



















