
TATIYE.ID (GORUT) – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari Fraksi Partai NasDem, Indri Monoarfa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kecamatan Biau. Menurutnya, bantuan yang terus mengalir menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada para relawan, dermawan, organisasi sosial, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat yang telah bergerak cepat memberikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana.
Indri menilai, dukungan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga memberikan semangat bagi warga untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan.
Atas nama pribadi dan masyarakat Kecamatan Biau yang terdampak banjir, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dengan tulus mengulurkan bantuan, tenaga, waktu, doa, serta perhatian kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Indri.
Menurutnya, gelombang kepedulian yang datang dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kemanusiaan masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat Gorontalo Utara.
Ia mengatakan, bantuan yang diberikan bukan hanya meringankan beban korban secara material, tetapi juga menjadi dukungan moral yang mampu menumbuhkan optimisme warga untuk kembali menata kehidupan setelah bencana.
Indri juga mengapresiasi dedikasi para relawan dan donatur yang terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan. Baginya, kehadiran mereka menjadi cerminan nyata bahwa solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat.
Di akhir pernyataannya, Indri berharap seluruh bentuk bantuan dan kepedulian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan bagi para dermawan serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam membantu masyarakat terdampak banjir.
Banjir yang melanda Kecamatan Biau sebelumnya mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah desa. Hingga kini, proses pemulihan masih terus berlangsung dengan dukungan pemerintah, lembaga, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan berbagai elemen masyarakat.






















