Heboh Grup WA Vokasi UNG, Dosen Coba Bungkam Mahasiswa

Politeknik Gorontalo

TATIYE.ID (KAMPUS) – Mahasiswa Politeknik Gorontalo yang kini telah beralih menjadi Sekolah Vokasi Universitas Negeri Gorontalo setelah merger dengan UNG merasa resah. Pasalnya, mereka masih bingung dengan status kampus saat ini.

Diketahui, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem) Faldi Saliko akan membuat diskusi terbuka untuk sarana mahasiswa dan petinggi kampus berdiskusi pada Senin, (7/03/2021).

“Lebih jelas datang saja hari senin, jangan banyak cakap,” kata Presbem dalam grup yang beranggotakan mahasiswa Sekolah Vokasi dan beberapa dosen serta staff kampus.

Namun harapan mahasiswa yang ingin ikut serta dalam kegiatan tersebut pupus. Diskusi terbuka yang akan dilaksanakan hanya bisa dihadiri dengan perwakilan 5 orang per program studi.

” Ini adalah Dialog terbuka tapi dibatasi 5 orang karena Covid, kalau ada kerumunan siapa yang bertanggung jawab?,” kata Linda Aqsa selaku admin grup.

Sontak grup menjadi ramai karena para mahasiswa belum menerima keputusan itu. Mereka mulai meminta presbem untuk menjelaskan serta memberikan solusi agar bisa hadir. Bahkan seorang anggota grup menyarankan, tidak mempermasalahkan berapa jumlah yang hadir asal tetap melaksana protokol kesehatan.

“Total jumlah mahasiswa Sekolah Vokasi tak lebih dari 200 orang, dan belum tentu semua hadir. Mestinya tak perlu membatasi mahasiswa untuk berpendapat seperti itu,” ungkap seorang anggota grup yang tak ingin disebutkan namanya.

Selanjutnya, rasa penasaran mahasiswa sekolah vokasi tak tersampaikan. Karena admin grup telah menutup menjadi ” only admin can chat”. Tak selang itu Mahasiswa mulai meninggalkan grup satu persatu.

Exit mobile version